Cianjur – Suasana penuh kehangatan dan kerukunan mewarnai perayaan Imlek 2026 di Vihara Bhumi Pharsjia, Kabupaten Cianjur. Umat dari berbagai latar belakang agama berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Imlek Kuda Api. Kehadiran perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Cianjur menjadi simbol kebersamaan yang kuat.
Perayaan Sederhana Penuh Makna
Ketua Yayasan Vihara Bhumi Pharsjia, Uun Setiawan, mengungkapkan bahwa ratusan masyarakat Tionghoa merayakan Imlek di vihara yang berlokasi di Jalan Mangunsarkoro. “Ada ratusan orang yang hadir. Termasuk dari dari FKUB Cianjur juga hadir,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa perayaan tahun ini digelar secara sederhana. “Tahun ini lebih sederhana, hanya rangkaian kegiatan biasa tidak ada perayaan yang mewah,” kata Uun.
Dalam momen pergantian tahun baru China ini, Uun berharap Cianjur senantiasa dilindungi dari berbagai musibah dan bencana. Keberadaan perwakilan dari berbagai umat beragama diharapkan menjadi momentum untuk mempersatukan umat di Kota Tauco. “Doa untuk tahun baru ini, masyarakat Cianjur tetap rukun antar umat beragamanya. Selalu dilindungi dan dijauhkan dari musibah apapun,” tuturnya.
Cap Go Meh Bertepatan dengan Ramadan
Uniknya, perayaan Cap Go Meh tahun ini akan bertepatan dengan bulan suci Ramadan. Jika biasanya pawai barongsai dan liong digelar pada malam hari, kali ini akan dilaksanakan pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa. “Tadi kami sudah komunikasi dengan FKUB, Cap Go Meh kali ini digelar sore hari menjelang berbuka. Nanti akan jadi tontonan dan hiburan bagi masyarakat Cianjur, sekaligus ngabuburit menunggu waktu berbuka puasa bagi umat Islam di Cianjur,” jelas Uun.
Pengamanan dan Apresiasi Kerukunan
Kapolres Cianjur AKBP A Alexander Yurikho Hadi menyatakan kesiapsiagaan puluhan personel Polres Cianjur untuk mengamankan perayaan Imlek. “Di sini saja ada sekitar 50 personel yang disiagakan untuk menjaga keamanan sampai besok pagi. Supaya Imlek berjalan dengan aman,” katanya.
Hadi mengapresiasi nilai lebih perayaan Imlek di Cianjur yang menunjukkan kerukunan antar umat beragama. “Tadi saya bertemu dengan berbagai jemaat, dan ini mencerminkan kerukunan. Semoga ini menjadi contoh kabupaten atau wilayah lain di Indonesia untuk tingkat kerukunannya,” ujarnya.
Menurutnya, kerukunan umat beragama di Cianjur bukan sekadar konsep, melainkan terimplementasi nyata. “Dapat saya tangkap di sini adalah kerukunan ini bukan hanya di mulut, kerukunan ini bukan hanya di konsep, kerukunan ini memang betul-betul terlaksana,” imbuhnya.






