Program Sekolah Rakyat menunjukkan peran strategisnya dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Setelah hampir satu semester berjalan, program ini mencatat capaian positif dalam aspek kesehatan, perkembangan psikososial dan talenta, serta akademik siswa di berbagai daerah.
Evaluasi penyelenggaraan Sekolah Rakyat dilakukan secara menyeluruh dengan pendekatan berbasis talenta dan pengukuran dampak sosial. Pemerintah menilai program ini tidak hanya berorientasi pada capaian akademik jangka pendek, tetapi juga sebagai investasi sosial jangka panjang yang menopang mobilitas sosial keluarga prasejahtera.
Ukur Keberhasilan Berbasis Nilai Sosial
Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat, Muhammad Nuh, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan program ini tidak semata dilihat dari jumlah lulusan, melainkan nilai sosial yang dihasilkan bagi masyarakat.
Sekolah Rakyat bukan profit oriented, tapi investasi sosial, maka yang kita ukur adalah SROI-nya berapa. Sehingga dari situ tidak hanya diukur dari jumlah lulusannya berapa, tetapi nilai sosial berapa yang bisa kita telurkan dari Sekolah Rakyat itu.
Pernyataan tersebut disampaikan Muhammad Nuh dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (9/1/2026).
Secara umum, penyelenggaraan Sekolah Rakyat di 166 daerah dinilai berjalan baik. Pemerintah melihat proses belajar mengajar mulai menampakkan hasil nyata, baik dari peningkatan kemampuan dasar siswa maupun munculnya bakat dan potensi yang sebelumnya belum tergali.
Indikator Awal Keberhasilan Program
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai perkembangan tersebut menjadi indikator awal bahwa pendekatan Sekolah Rakyat mulai bekerja sesuai tujuan.
“Alhamdulillah secara umum penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini bisa terselenggara dengan baik. Hari ini kita lihat bagaimana proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat mulai menampakkan hasil-hasilnya,” ucap Gus Ipul.
Berbeda dengan model pendidikan konvensional, Sekolah Rakyat dirancang sebagai sistem dukungan terpadu. Selain menyediakan akses pendidikan gratis, program ini terintegrasi dengan bantuan sosial, jaminan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga pemberdayaan ekonomi keluarga.
Strategi Nasional Pengentasan Kemiskinan
Pendekatan lintas sektor tersebut dipandang sebagai instrumen keadilan sosial untuk memperkuat fondasi sumber daya manusia sejak dini. Gus Ipul menilai Sekolah Rakyat menjadi bagian dari strategi nasional dalam menurunkan angka kemiskinan sekaligus mempersiapkan generasi produktif yang mampu berkontribusi pada pembangunan jangka panjang.
“Ini bagian dari strategi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menurunkan angka kemiskinan di bawah lima persen. Sekolah Rakyat adalah bentuk keadilan sosial bagi keluarga yang belum terbawa dalam proses pembangunan,” ujarnya.
Dalam konteks visi Indonesia Emas 2045, pembangunan sumber daya manusia menjadi fondasi utama untuk memanfaatkan bonus demografi dan transformasi sosial, ekonomi, serta digital. Kehadiran Sekolah Rakyat diposisikan sebagai sistem pendukung strategis agar kelompok rentan memperoleh akses pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan secara berkelanjutan, sehingga bonus demografi benar-benar menjadi kekuatan bangsa.
Peluncuran Sekolah Rakyat 2026
Sebagai bagian dari penguatan program tersebut, pemerintah dijadwalkan akan menggelar Peluncuran Sekolah Rakyat pada 12 Januari 2026 di Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru. Kegiatan ini mengusung tagline ‘Cerdas Bersama, Tumbuh Setara’, sebagai penegasan komitmen menghadirkan pendidikan inklusif dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Peluncuran ini diharapkan menjadi momentum konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat Sekolah Rakyat sebagai support system pembangunan manusia, sekaligus mempertegas perannya dalam menyiapkan generasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.






