Berita

Pramono Anung Ingatkan Peran Keluarga sebagai Fondasi Bangsa di Perayaan Natal JI-Expo

Advertisement

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menghadiri perayaan Natal 2025 di JI-Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Jumat (9/10/2026). Acara yang bertajuk ‘Perayaan Aktualisasi Nilai-nilai Natal 2025’ ini dihadiri oleh 14 ribu peserta dan berlangsung dalam suasana damai.

Dalam sambutannya, Pramono Anung menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Natal yang berjalan sejuk, damai, nyaman, dan menggembirakan. Ia juga menyoroti semangat persatuan, kerukunan, dan gotong-royong yang terpancar dari para peserta.

“Natal tahun ini benar-benar berlangsung dengan sejuk, damai, nyaman dan menggembirakan. Secara khusus saya juga ingin menyampaikan kepada masyarakat yang telah merayakan Natal penuh dengan rasa persatuan, kerukunan, gotong-royong dan di semua tempat berlangsung dengan sangat baik,” ujar Pramono.

Lebih lanjut, Pramono Anung menekankan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa dan negara. Ia mengutip pernyataan Kardinal yang menyatakan bahwa keluarga adalah inti dari pembangunan negara, tempat tertanamnya cinta, kasih sayang, kedamaian, iman, serta pewarisan nilai kebajikan dan solidaritas sosial.

“Tadi Kardinal telah menyampaikan bagaimana keluarga adalah inti dari bagaimana negara dan bangsa ini dibangun. Ada ruang-ruang tertanam, tempat cinta, rasa sayang, damai, iman dibangun, ditumbuhkan ruang-ruang di mana nilai kebajikan diwariskan dan solidaritas sosial dimulai,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keluarga bukan sekadar unit sosial, melainkan juga fondasi persaudaraan dalam kehidupan kota yang beragam seperti Jakarta. Karakter warga yang terbentuk dari lingkungan keluarga, menurutnya, akan membentuk karakter kota.

“Keluarga melahirkan karakter warga dan karakter warga membentuk warga sebuah kota. Karena itu, dalam kehidupan kota yang beragam seperti Jakarta ini, keluarga memiliki peran penting dalam merawat nilai hormat toleransi kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Yang merupakan pondasi dalam upaya transformasi Jakarta menjadi kota global yang inklusif,” ucapnya.

Advertisement

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan rasa syukurnya atas tingginya partisipasi peserta dalam perayaan Natal tahun ini. Ia menyoroti kebersamaan berbagai aras gereja yang berkumpul menjadi satu, sebuah pemandangan yang berbeda dari tahun sebelumnya.

“Kita bersyukur natal tahun ini luar biasa, natal bersama banyak. Seperti kita lihat tahun lalu masih banyak tempat-tempat masing-masing aras, tapi sekarang semua aras kumpul menjadi satu, Katolik, Kristen, menjadi satu, Kementerian Agama juga demikian ya pertama kali ini melakukan Natal bersama. Jadi Katolik, Protestan, pokoknya sama,” kata Nasaruddin.

Nasaruddin menambahkan bahwa perayaan malam itu dipenuhi keakraban berkat kehadiran seluruh aras gereja. Ia berharap kebersamaan ini dapat terus dilestarikan. Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan acara di Jakarta yang menurutnya luar biasa dan penuh sesak, melebihi ekspektasi.

“Dan itu dipenuhi keakraban karena dihadiri bukan hanya satu aras saja tapi semuanya. Ini suatu mode kebersamaan yang perlu kita lestarikan. Dan yang paling penting buat saya pada DKI Jakarta ini luar biasa ya. Saya nggak bayangkan sebanyak ini yang datang karena sudah beberapa kali kita Natalan di tempat lain, di Senayan, tapi ini penuh. Ini karena kehebatan Pak Gubernur kita,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut, juga digelar penggalangan dana untuk korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Total dana yang berhasil terkumpul mencapai lebih dari Rp 300 juta.

Advertisement