— Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan Jumat, 10 Juli 2026. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah naik 45 poin atau 0,25% menjadi Rp18.083 per dolar AS di pasar spot exchange.

Sebelumnya pada Kamis (9/7/2026), rupiah ditutup melemah tajam 114 poin (0,63%) ke level Rp18.128 per dolar AS.

Faktor Pergerakan

Penguatan rupiah terjadi bersamaan dengan pelemahan yen Jepang yang mencapai titik terendah dalam 40 tahun, kondisi yang memicu kewaspadaan pasar terhadap kemungkinan intervensi dari otoritas Jepang.

Yen tercatat melemah ke 162,36 per dolar AS. “Meskipun risiko intervensi tetap menjadi pertimbangan taktis utama, kami berpendapat bahwa tanpa perubahan latar belakang makro fundamental; imbal hasil obligasi AS yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama, risiko resesi yang rendah, dan kekhawatiran fiskal yang masih ada di Jepang, yen kemungkinan akan terus melemah secara stabil dalam beberapa bulan mendatang,” ujar seorang analis di Goldman Sachs.

Pergerakan Mata Uang Lain

Dolar AS tercatat melemah 0,17% ke level 100,731. Mata uang zona euro naik tipis 0,02% ke US$1,1433 per dolar AS.

Poundsterling Inggris menguat 0,03% menjadi US$1,3413 per dolar AS dan diperkirakan mencatat kenaikan sekitar 0,45% untuk pekan ini. Dolar Australia diperdagangkan pada US$0,6939, sedangkan dolar Selandia Baru naik 0,08% ke US$0,5759 terhadap dolar AS.