Berita7 — Nilai tukar rupiah kembali mencatat pelemahan pada pembukaan perdagangan Kamis, 9 Juli 2026. Mata uang domestik dibuka melemah sebesar 59 poin atau 0,33% ke level Rp 18.073 per dolar Amerika Serikat pada pukul 09.05 WIB di pasar spot.
Penurunan ini melanjutkan tren dari hari sebelumnya, ketika rupiah pada Rabu, 8 Juli 2026, ditutup melemah 34 poin atau 0,19% ke level Rp 18.014 per dolar AS.
Sentimen Global Pengaruhi Kurs
Ketegangan yang meningkat kembali di kawasan Timur Tengah mendorong permintaan aset aman, ikut menahan pergerakan mata uang berisiko termasuk rupiah. Di sisi lain, kenaikan harga minyak memicu spekulasi terkait kebijakan moneter yang lebih ketat dari bank sentral AS.
Indeks dolar AS relatif stabil pada posisi 100,96. Yen Jepang diperdagangkan di level 162,41 per dolar AS, mendekati posisi terkuat sejak 1 Juli 2026. Sementara euro dan poundsterling bergerak datar masing-masing pada US$ 1,1426 dan US$ 1,3392 per dolar AS.
Dolar Selandia Baru dan dolar Australia mencatat penguatan; dolar Selandia Baru naik sekitar 0,5% ke US$ 0,5725 per dolar AS, sedangkan dolar Australia menguat 0,1% menjadi US$ 0,6936 per dolar AS.
“Ketegangan di Timur Tengah kembali mengguncang pasar global dan kembali memicu premi risiko perang pada harga aset,” kata Kyle Rodda, analis pasar keuangan senior di Capital.com.
Ikuti Berita7
