Real Madrid secara resmi mengumumkan perpisahan dengan pelatih Xabi Alonso pada Selasa, 13 Januari 2026. Keputusan ini diambil menyusul kekalahan dramatis 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah, Minggu (11/1/2026). Kekalahan tersebut tampaknya menjadi batas kesabaran manajemen klub terhadap pelatih berusia 44 tahun itu.
Periode Awal Menjanjikan, Akhir yang Mengecewakan
Alonso ditunjuk sebagai juru taktik Los Blancos pada musim panas 2025, menggantikan Carlo Ancelotti yang menerima pinangan Timnas Brasil. Di awal masa kepelatihannya, Alonso menunjukkan performa yang menjanjikan. Real Madrid berhasil meraih 13 kemenangan dari 14 pertandingan awal musim, termasuk kemenangan 2-1 atas Barcelona. Mereka sempat nyaman menduduki puncak klasemen LaLiga dan tampil solid di fase grup Liga Champions.
Namun, performa tim mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Kylian Mbappe dan kawan-kawan hanya mampu meraih tiga kemenangan dari sembilan pertandingan di berbagai ajang. Kekalahan di kandang sendiri dari Celta Vigo dan Manchester City semakin memperburuk situasi. Akibatnya, posisi puncak klasemen LaLiga harus direlakan kepada Barcelona.
Faktor Internal dan Kepemimpinan
Menurut laporan The Athletic, manajemen Real Madrid sebenarnya memiliki keinginan untuk mempertahankan Alonso. Mereka menyadari bahwa tidak semua kesalahan dapat dibebankan sepenuhnya kepada sang pelatih. Namun, hasil yang kurang memuaskan di lapangan membuat mereka mengambil keputusan sulit ini. Selain performa tim, isu ketidakharmonisan di ruang ganti juga menjadi sorotan utama.
Sejumlah pemain dilaporkan merasa tidak senang dengan gaya kepemimpinan Alonso. Nama-nama seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Federico Valverde disebut-sebut sebagai pemain yang mengalami ketidaknyamanan. Puncak dari semua masalah ini adalah kekalahan di final Piala Super Spanyol.
Catatan Statistik Alonso
Meskipun harus mengakhiri masa baktinya lebih cepat, Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid dengan catatan statistik yang tidak buruk. Dalam 34 pertandingan yang ia pimpin, Alonso berhasil meraih 24 kemenangan, dengan persentase kemenangan mencapai 70,59 persen. Angka ini menempatkannya di jajaran pelatih dengan persentase kemenangan tertinggi dalam dua dekade terakhir di Real Madrid, hanya kalah dari Carlo Ancelotti, Jose Mourinho, dan Manuel Pellegrini.
Pengumuman perpisahan ini disampaikan oleh Real Madrid kurang dari 24 jam setelah kekalahan dari Barcelona.






