— Prudential Indonesia bersama Prudence Foundation meluncurkan Levela, platform digital edukasi keuangan gratis yang ditujukan untuk generasi muda berusia 18–25 tahun. Platform ini diklaim dirancang untuk membantu pengguna membangun kebiasaan finansial sehat dan meningkatkankan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan keuangan sehari-hari.

Levela hadir sebagai kelanjutan upaya perusahaan memperluas akses literasi keuangan di Indonesia, sekaligus mempersiapkan generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan pengelolaan keuangan di era kecerdasan buatan (AI).

Tujuan dan Bentuk Pembelajaran

Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menyatakan Levela menyajikan pembelajaran yang relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Karin, platform ini dimaksudkan untuk mendampingi generasi muda saat mereka mulai mengambil keputusan keuangan secara mandiri dan memiliki penghasilan.

“Prudential Indonesia percaya bahwa membangun ketahanan finansial dimulai sejak dini. Melihat antusiasme dan dampak positif dari program Cha‑Ching, kami menghadirkan Levela untuk mendampingi generasi muda pada tahap selanjutnya,” kata Karin.

Pelaksanaan di Indonesia juga melibatkan kolaborasi dengan komunitas guru untuk memperluas jangkauan edukasi dan menciptakan dampak yang berkelanjutan.

Topik dan Fitur Utama

Levela menawarkan pembelajaran sederhana, interaktif, dan dapat diakses melalui aplikasi seluler dan situs web. Materi ditujukan bagi beragam pengguna muda, termasuk mereka yang baru memulai karier, mahasiswa, dan profesional muda yang mulai menghadapi keputusan keuangan sendiri.

Konten Levela dibagi dalam enam topik utama: penyusunan anggaran, menabung, pengelolaan utang, pemahaman tentang perlindungan melalui asuransi, perencanaan keuangan sesuai tujuan hidup, serta pencegahan penipuan digital (fraud).

Alasan Peluncuran dan Konteks Pengguna

Prudential menyebutkan peluncuran Levela relevan di tengah berkembangnya gaya hidup digital dan mudahnya akses ke layanan keuangan. Menurut naskah yang disampaikan, terdapat persepsi bahwa 58% Gen Z cenderung konsumtif dan aktif mengikuti tren.

Selain itu, layanan buy now, pay later (BNPL) banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan gaya hidup dengan rincian: perjalanan dan hiburan 54%, produk fesyen 42%, dan pembelian gawai terbaru 43%.

Survei PwC Voice of the Consumer 2025 juga disebut menunjukkan 50% konsumen Indonesia semakin khawatir terhadap kondisi ekonomi dan kenaikan biaya hidup, sehingga mulai mengurangi konsumsi dan beralih ke pilihan yang lebih terjangkau—kondisi yang dianggap relevan bagi upaya peningkatan literasi keuangan bagi generasi muda.

Kolaborator dan Jejak Program Sebelumnya

Prudence Foundation Executive Director, Nicole Ngeow, menyatakan Levela merupakan pengembangan dari program literasi keuangan Cha‑Ching yang telah meraih sejumlah penghargaan. Menurut Nicole, inisiatif ini bertujuan menyediakan pengetahuan dan perangkat keuangan bagi generasi muda yang membutuhkan.

“Di Prudence Foundation, membangun komunitas yang tangguh merupakan inti dari apa yang kami lakukan. Kami sangat senang dapat meluncurkan Levela bersama para mitra di Indonesia untuk membantu memperkuat ketangguhan populasi muda,” ujar Nicole.

Di Indonesia, implementasi Levela didukung mitra lokal seperti Ruangguru dan Prestasi Junior Indonesia (Junior Achievement Indonesia). Program ini melengkapi upaya literasi sebelumnya, termasuk Cha‑Ching yang disebut telah menjangkau lebih dari 1 juta siswa sekolah dasar di Indonesia.

Prudential Indonesia dan Prudence Foundation menyatakan harapan bahwa Levela akan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri generasi muda dalam mengelola keuangan secara bijak, sehingga membantu mereka merencanakan masa depan dan mencapai tujuan hidup.