Berita

Preman ‘Penguasa Wilayah’ di BKT Diringkus Usai Aniaya Pedagang Minta Jatah Uang Kebersihan

Advertisement

Jakarta – Dua pria yang mengaku sebagai ‘penguasa wilayah’ di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur, telah ditangkap polisi setelah aksinya memalak pedagang kaki lima (PKL) dan melakukan penganiayaan viral di media sosial. Para pelaku memaksa meminta uang dengan dalih ‘uang kebersihan’.

Dua Pelaku dengan Peran Berbeda

Kedua pelaku yang diamankan berinisial SH (52) dan SA (36). SH, warga Kecamatan Duren Sawit, berperan meminta uang kebersihan kepada korban disertai ancaman menggunakan senjata tajam jenis pisau. Sementara itu, SA, yang berprofesi sebagai tukang parkir, turut melakukan kekerasan fisik dengan menyundul kepala korban.

Kapolres Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menjelaskan, “Pelaku SA melakukan kekerasan dengan cara menyundul korban hingga mengakibatkan luka pada hidung dan mengeluarkan darah.” Ia menambahkan, “Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.”

Aksi Kekerasan Terekam Video dan Viral

Peristiwa pemalakan yang berujung penganiayaan ini terjadi di dekat jembatan BKT, Jakarta Timur, pada Kamis (25/12). Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah video aksi kekerasan terhadap korban menyebar luas di media sosial.

Advertisement

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang pedagang kaki lima (PKL) dianiaya hingga hidungnya mengeluarkan darah. Korban diduga dianiaya karena menolak memberikan ‘jatah’ sebesar Rp 200 ribu kepada pelaku yang mengaku sebagai ‘penguasa wilayah’.

Video tersebut juga memperlihatkan adu mulut antara korban dan beberapa orang yang diduga pelaku. Dinarasikan bahwa penolakan korban untuk memberikan uang jatah karena dagangannya baru dibuka dan belum beraktivitas memicu percekcokan yang berujung pada pengeroyokan. Disebutkan bahwa ada dua pedagang yang menjadi korban penganiayaan, salah satunya mengalami luka pada hidung dan tangan setelah berusaha menangkis senjata tajam yang dibawa pelaku.

Advertisement