Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penataan kota. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari program gentengisasi bangunan hingga penertiban kabel semrawut dan spanduk di ruang publik. Pramono menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap untuk menindaklanjuti arahan tersebut demi mewujudkan Jakarta yang lebih rapi dan bersih.
Dukungan Penuh untuk Gentengisasi dan Penataan Kota
“Apa yang menjadi arahan Bapak Presiden, 1.000% saya setuju dan pasti saya jalankan. Saya memang berkeinginan Jakarta menjadi lebih rapi dan lebih bersih,” ujar Pramono di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/1/2026).
Pramono secara khusus menyoroti persoalan penggunaan genteng yang disinggung oleh Presiden Prabowo. Ia menilai penggantian seng dengan genteng sangat penting untuk menciptakan lingkungan kota yang lebih tertata dan aman. “Termasuk soal seng diubah menjadi genteng, 1.000% saya setuju,” tegasnya.
Penertiban Kabel dan Spanduk di Ruang Publik
Selain gentengisasi, Pramono juga berkomitmen untuk menertibkan kabel-kabel yang dinilai semrawut serta spanduk yang kerap dipasang sembarangan. Ia menyoroti pemasangan spanduk di area flyover dan fasilitas publik lainnya yang dianggap sangat mengganggu lalu lintas.
“Saya benar-benar ingin menertibkan, tidak ada lagi di Jakarta flyover dipasang spanduk, apalagi kalau ada acara partai. Itu mengganggu banget lalu lintas dan akan kami tertibkan,” tegas Pramono.
Penataan Trotoar dan Penegakan Aturan
Lebih lanjut, Pramono Anung juga menyinggung penataan trotoar di Jakarta. Ia meminta agar trotoar yang telah dibangun tidak disalahgunakan oleh pedagang kaki lima (PKL).
“Saya minta semua trotoar yang sedang dibangun, jangan sampai selesai dibangun tapi kemudian dimanfaatkan PKL. Yang seperti itu pasti akan saya tertibkan,” ucapnya.
Pramono memastikan bahwa seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta, termasuk para wali kota dan bupati, akan bergerak bersama untuk menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo. Tujuannya adalah untuk mewujudkan Jakarta yang lebih tertib, rapi, dan nyaman bagi seluruh warganya.
Gerakan Indonesia ASRI dan Konsep Gentengisasi
Arahan Presiden Prabowo mengenai gentengisasi disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 pada Selasa (2/2). Proyek gentengisasi ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang juga diperkenalkan oleh Prabowo dalam acara tersebut.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo mengemukakan pandangannya mengenai estetika perkotaan. “Salah satu dalam rangka indah, saya lihat saudara-saudara, semua kota, semua kota, kecamatan, hampir semua desa kita sekarang, maaf ya, terlalu banyak genteng dari seng. Seng ini panas untuk penghuni. Seng ini juga berkarat. Jadi tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujar Prabowo.
Presiden juga sempat menyentil industri terkait, “Maaf, saya tidak tahu ini dari dulu industri aluminium dari mana ya. Maaf, bikin yang lain-lain, deh.”






