Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sekitar 1.200 rektor, guru besar, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (14/1/2025). Acara ini difokuskan untuk memberikan taklimat mengenai bidang sosial humaniora.
Ratusan Akademisi Berkumpul di Istana
Pantauan di lokasi, para pimpinan perguruan tinggi tersebut telah berdatangan ke Istana sejak pukul 08.00 WIB. Mereka tampak mengenakan jas almamater dari institusi masing-masing.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Chistie menyatakan bahwa kehadiran 1.200 akademisi ini merupakan momen bersejarah. Ini adalah kali kedua Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan para rektor dan guru besar.
“Pada hari ini, Bapak Presiden mengumpulkan sekitar yang sudah hadir ini 1.200 pada hari ini, jadi banyak sekali yang hadir. Ini adalah suatu yang sangat bersejarah. Ini kedua kalinya Bapak Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan rektor-rektor, guru besar, dan juga dekan,” ujar Stella kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Fokus pada Sosial Humaniora
Stella Chistie menjelaskan bahwa pertemuan kali ini secara khusus membahas isu-isu di bidang sosial humaniora. Hal ini berbeda dengan pertemuan sebelumnya yang lebih banyak menyentuh bidang Science (Sains), Technology (Teknologi), Engineering (Rekayasa/Teknik), dan Mathematics (Matematika) atau STEM.
“Jadi kalau sebelumnya itu agak umum dan juga ada kekhususan mungkin mengenai STEM, pada hari ini dikhususkan kepada bidang sosial humaniora,” jelasnya.
Ia menambahkan, penekanan pada sosial humaniora ini diharapkan dapat menjawab kekhawatiran sebagian akademisi yang merasa bidang tersebut kurang mendapat perhatian.
“Jadi kepada para saudara-saudara akademisi yang merasa mungkin agak khawatir bahwa sosial humaniora tidak diperhatikan, tidak benar. Justru khusus hari ini Bapak Presiden mengumpulkan sosial humaniora,” tegas Stella.
Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman dan kolaborasi antara pemerintah dan dunia akademis dalam memajukan bidang sosial humaniora di Indonesia.






