— Polisi di Kendari, Sulawesi Tenggara, memberi bantuan kepada istri dan anak seorang tersangka pencurian kendaraan bermotor setelah menemukan keduanya dalam kondisi kekurangan pangan selama dua hari.

Penindakan bermula dari penangkapan Arif (26) atas kasus curanmor. Saat tim melakukan pengembangan ke rumah kontrakan keluarga, petugas mendapati kondisi rumah tanpa persediaan makanan dan anak yang memerlukan perawatan medis.

“Itu spontanitas saja karena nilai kemanusiaan. Kami kasihan dengan kondisi istri pelaku ini. Setelah kami cek ternyata benar, tidak ada bahan makanan di dalam rumah,” kata Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau kepada wartawan.

Welliwanto mengatakan tim kepolisian datang ke rumah kontrakan istri pelaku di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kendari, pada Selasa (7/7) dini hari untuk melakukan pengembangan kasus curanmor. Situasi yang ditemui membuat petugas tergerak membantu.

Di lokasi, polisi menemukan istri tersangka tinggal bersama anaknya yang masih kecil dan dinyatakan penyandang autisme. Anak itu sedang mengalami demam tinggi sehingga membutuhkan obat dan penanganan medis.

“Anak ibu ini juga autis, harus mengonsumsi obat. Saat kami cek ternyata sedang demam tinggi. Kami membelikan obat-obatan, makanan, dan kebutuhan lainnya,” ujar Welliwanto.

Menurut keterangan petugas, sejak suaminya ditangkap, wanita tersebut hidup dalam kondisi serba terbatas. Ia tidak memiliki telepon genggam dan tidak memiliki keluarga di Kendari, sementara dapur rumah kontrakan kosong.

“Bahkan untuk minum saja, ibu dan anaknya memasak air keran yang ada di perumahan itu. Dua hari tidak makan layak,” ungkap Welliwanto.

Menanggapi temuan itu, polisi menyediakan berbagai kebutuhan pokok untuk ibu dan anak tersebut. Bantuan yang diberikan meliputi beras, telur, air mineral, popok, makanan, serta obat-obatan.

Selain bantuan logistik, polisi juga membantu biaya pemulangan ibu dan anak itu ke Baubau agar mereka dapat kembali berkumpul dengan keluarga.