Berita7.co.id — Polisi menyita 74 kilogram emas batangan serta sejumlah besar mata uang asing dan rupiah dalam penggeledahan sebuah rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, yang terkait dengan penyidikan tiga perkara dugaan korupsi.
Penyitaan itu dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan terhadap dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel.
Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto menyatakan barang bukti ditemukan dalam sebuah brankas terkunci yang tersimpan di balik dinding dan berisi tujuh koper.
“Ditemukan brangkas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD, kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar,” kata Totok saat memberikan keterangan pada Kamis dini hari.
Sebelumnya laporan menyebutkan nilai barang bukti jika dikonversi ke rupiah ditaksir sekitar Rp 282,4 miliar; namun Totok menyampaikan estimasi total berbeda sebesar sekitar Rp 476 miliar.
Lokasi Penemuan Dan Barang Bukti
Petugas menemukan brankas berukuran besar tersembunyi di balik dinding bermotif kayu di salah satu rumah di wilayah Bogor. Saat dinding dibuka, terlihat pintu brankas berwarna putih yang kemudian dibawa oleh tim penyidik Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya.
Selain emas, polisi menyita uang dalam pecahan dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura serta uang rupiah yang ditemukan di dalam koper-koper tersebut.
Proses Penyidikan
Totok menyatakan proses pendalaman masih berlangsung dan belum membeberkan pemilik rumah yang digeledah. “Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik,” ujarnya.
Totok menambahkan keterangan lebih rinci akan disampaikan setelah proses penyidikan berjalan lebih lanjut. Ia hadir didampingi Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dan Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto.
Atensi Kepala Negara
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan pengusutan dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Budi, rangkaian penggeledahan itu merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti terkait dugaan suap, gratifikasi, dan pencucian uang yang terkait sejumlah perkara, termasuk dugaan korupsi terkait pasokan batu bara di PLN yang sempat memicu pemadaman di Sumatera.
Ikuti Berita7.co.id
