Berita7.co.id — Petugas kelurahan bersama Satpol PP dan Satlinmas mendatangi sebuah kontrakan di Cilangkap, Tapos, Depok, menyusul laporan warga yang mencurigakan adanya aktivitas malam di lokasi tersebut. Saat didatangi, satu pria dilaporkan melarikan diri dengan melompat pagar.
Lurah Cilangkap Galih Catur Prasatya mengatakan laporan diterima Ketua RT pada 8 Juli 2026 dan segera ditindaklanjuti oleh pihak kelurahan bersama tiga pilar, Satpol PP, dan Satlinmas.
“Perlu digarisbawahi bahwa ini bukan merupakan penggerebekan, melainkan bentuk tindak lanjut terhadap laporan,” kata Galih saat dihubungi, Senin (13/7/2026).
Menurut Galih, saat tim mendatangi kontrakan untuk mengonfirmasi laporan, petugas menemukan dua wanita dan satu pria. Pria itu sempat melarikan diri.
“Tidak ada yang kami amankan, tetapi tim menemukan adanya 2 orang wanita dan 1 orang pria yang sempat melarikan diri sebelumnya. Serta bungkus alat kontrasepsi,” ujarnya.
Warga setempat memberi keterangan bahwa kontrakan itu diduga digunakan untuk praktik prostitusi online selama sekitar dua minggu. Galih menyebut pihaknya belum bisa memastikan apakah kegiatan itu terjadi melalui aplikasi tertentu.
“Menurut informasi warga sekitar, diduga aktivitas tersebut berjalan kurang lebih sudah 2 mingguan. Kami tidak bisa memastikan apakah aktivitas tersebut dilakukan melalui Michat. Yang jelas dengan memanfaatkan smartphone, entah melalui DM aplikasi dan sebagainya,” jelas Galih.
Sebagai langkah penanganan, pihak kelurahan melakukan pendekatan sosial kultural dengan memberikan edukasi dan imbauan. Salah satu wanita yang berada di lokasi, yang bukan warga Cilangkap, akhirnya bersedia meninggalkan kontrakan pada malam itu.
“Penyewanya itu salah satu dari 2 wanita tersebut yang diketahui bukan merupakan warga Cilangkap (KTP luar Depok). Akhirnya dengan kemauan sendiri, yang bersangkutan bersedia untuk meninggalkan rumah kontrakan dan malam hari itu juga,” ujar Galih.
Ikuti Berita7.co.id
