— PT Paragon Technology and Innovation (ParagonCorp) melepas 135 karyawannya untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci dalam sebuah seremoni yang digelar di Palmeeera Lounge, Terminal 2 Bandara International Soekarno-Hatta, Senin (13/7).

Acara pelepasan itu dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, yang memberi apresiasi terhadap komitmen perusahaan memfasilitasi ruang pertumbuhan spiritual bagi karyawan.

“Ini menjadi pertama kalinya saya menghadiri sekaligus melepas keberangkatan peserta umrah dari sebuah perusahaan. Saya sangat mengapresiasi ParagonCorp yang mampu memberangkatkan karyawannya dalam jumlah yang cukup besar. Pada keberangkatan kali ini ada 135 karyawan yang berangkat, dan secara keseluruhan program ini telah memberangkatkan lebih dari 4.500 karyawan ke Tanah Suci,” ujar Mochamad Irfan dikutip dari keterangan resmi ParagonCorp, Rabu (15/7/2026).

Seremoni Pelepasan digelar khidmat di Palmeeera Lounge Terminal 2 Bandara International Soekarno-Hatta.

Program Umrah ParagonCorp merupakan inisiatif apresiasi perusahaan yang rutin diselenggarakan sejak 2017. Program ini berawal dari keinginan Founder ParagonCorp, Nurhayati Subakat, untuk memberi kesempatan kepada karyawan agar dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci.

“Memberangkatkan haji memiliki proses dan waktu tunggu tersendiri. Jadi ingin memberangkatkan Paragonian ke Tanah Suci sebanyak-banyaknya melalui umrah dulu,” ungkap Nurhayati Subakat.

Ketentuan program menetapkan syarat masa kerja minimal tujuh tahun, hasil pemetaan data karyawan yang menunjukkan angka tujuh tahun sebagai titik terbanyak masa bakti Paragonian saat itu.

“Waktu itu Ibu Nur menyebut angka tujuh tahun. Setelah dilakukan pemetaan masa kerja oleh tim HR, ternyata pas, tujuh tahun menjadi titik terbanyak masa kerja Paragonian saat itu,” terang Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni.

Program ini bersifat inklusif dan tidak membedakan jenjang jabatan maupun fungsi pekerjaan. Kesempatan umrah terbuka setara bagi Beauty Advisor, operator produksi, tenaga pendukung operasional, staf kantor, hingga jajaran manajemen puncak.

“Di ParagonCorp, kami percaya bahwa pertumbuhan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan setiap individu di dalamnya. Karena itu, kami ingin menghadirkan lingkungan kerja yang tidak hanya mendukung pengembangan profesional, tetapi juga memberikan ruang bagi pertumbuhan karakter dan spiritual. Program Umrah menjadi salah satu bentuk apresiasi kami kepada Paragonian yang telah mendedikasikan karya dan kontribusinya selama bertahun-tahun,” papar Astri.

Salah satu penerima manfaat program, Laras Anindya Putri, seorang Beauty Advisor asal Yogyakarta, menyatakan rasa syukur setelah memenuhi syarat tujuh tahun berkarya dan memperoleh kesempatan berangkat umrah pada gelombang ini.

“Saya sangat bersyukur Allah memberikan jalan melalui ParagonCorp untuk dapat menunaikan ibadah umrah. Kesempatan ini menjadi anugerah yang sangat berarti bagi saya dan keluarga. Semoga perjalanan ini menjadi awal untuk terus memperbaiki diri, memperkuat keimanan, dan membawa lebih banyak manfaat bagi orang-orang di sekitar saya,” ucap Laras.

Sejak 2017 hingga saat ini, Program Umrah ParagonCorp tercatat telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 5.000 peserta yang terdiri dari karyawan beserta keluarga untuk menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci.

ParagonCorp berharap pengalaman spiritual tersebut dapat memperkuat karakter, meningkatkan nilai-nilai kebaikan, dan memacu semangat karyawan untuk terus menebar kebermanfaatan bagi masyarakat luas.