Berita7 — Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) meminta peran Satuan Tugas Pemutusan Hubungan Kerja (Satgas PHK) diperkuat untuk mencegah gelombang PHK dan membantu perusahaan yang menghadapi krisis likuiditas.
Sekretaris Jenderal OPSI, Timboel Siregar, menyatakan Satgas tidak hanya perlu memantau potensi PHK, tetapi juga memetakan perusahaan yang mengalami tekanan keuangan serta memfasilitasi langkah penyelamatan agar produksi dan lapangan kerja tetap terjaga.
Permintaan Intervensi Pembiayaan
Timboel mengatakan dukungan pemerintah harus menyentuh persoalan arus kas perusahaan. Menurutnya, dunia usaha membutuhkan akses pembiayaan dengan suku bunga rendah agar kegiatan produksi tetap berjalan.
“Dana itu yang harus bisa diintervensi oleh pemerintah, dengan suku bunga rendah, bisa dibilang modal yang murah,” ujar Timboel.
Peran Satgas PHK Lebih Luas
Lebih jauh, Timboel mengusulkan Satgas memfasilitasi negosiasi antara perusahaan dan kreditur untuk meredam tekanan likuiditas. Tujuannya, agar perusahaan tidak mengambil keputusan pemutusan hubungan kerja sebagai jalan keluar pertama.
“Biar bagaimanapun juga Satgas PHK itu harus bisa mengatasi persoalan dunia usaha, sehingga mereka tidak jadi mem-PHK. Bagaimana agar produksi terus berjalan. Nah ini yang tentunya harus dipetakan, harus mencegah PHK dengan dukungan APBN,” katanya.
Faktor Nilai Tukar dan Investasi
Selain likuiditas, Timboel mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Ia menilai pelemahan rupiah dapat meningkatkan biaya impor bahan baku sehingga menambah beban perusahaan yang bergantung pada komponen impor.
“Bagaimana dengan rupiah yang terus menurun, yang melemah harus membeli bahan baku dengan dolar yang besar. Nah ini kan juga bisa mempengaruhi dari sisi kemampuan perusahaan,” tutur Timboel.
Timboel juga menekankan pentingnya mendorong iklim investasi yang kondusif guna membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan serapan tenaga kerja, serta membangun komunikasi yang lebih erat antara serikat pekerja dan manajemen perusahaan untuk mencari solusi bersama di tengah tekanan ekonomi.
“Menurut saya ini harus didorong, serikat pekerja juga harus bisa berkomunikasi dengan manajemen untuk tidak jadi memberatkan mereka juga,” kata Timboel.
Ikuti Berita7
