Berita7.co.id — Bupati Sukoharjo, Etik Suryani, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penangkapan itu berkaitan dengan dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo.
Menanggapi kejadian tersebut, Ketua Fraksi NasDem Komisi II DPR RI Ujang Bey mengingatkan para kepala daerah untuk lebih mawas diri dan mengutamakan pencegahan dari sisi kontrol pribadi.
Respons NasDem
“Saya kira, kasus pemerasan atasan (kepala daerah) ke bawahan bukan yang pertama, ini semacam pengulangan dari cerita-cerita OTT KPK yang pernah terjadi,” kata Ujang kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).
Ujang menyatakan banyaknya kepala daerah yang terjaring OTT seharusnya menjadi peringatan. Menurutnya, pencegahan terbaik dimulai dari kemampuan setiap kepala daerah mengendalikan “hasrat tidak baiknya” melalui kontrol diri sendiri.
Dia menambahkan bahwa KPK sejauh ini telah melakukan kajian dan memberi rekomendasi kepada pemerintah daerah tentang upaya pencegahan penyalahgunaan wewenang. Namun, Ujang menduga ada pihak yang mengabaikan rekomendasi tersebut.
“Saya kira, penegak hukum seperti KPK sudah melakukan kajian-kajian, maupun rekomendasi ke pemerintah daerah bagaimana sistem pencegahan penyalahgunaan wewenang bisa dilakukan dan dijalankan dengan baik,” ujarnya.
“Barangkali, ada yang abai dalam menjalankannya. Jika, itu tidak diindahkan dalam bentuk sistem pengawasan internal yang ketat, saya rasa ini akan menjadi semacam ‘dejavu hukum’,” tambah Ujang.
Perkembangan OTT
Jubir KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo.
“Perkara ini terkait dugaan pemerasan oleh bupati kepada para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo,” kata Jubir KPK Budi Prasetyo kepada wartawan, Jumat (10/7/).
KPK membawa total sembilan orang terkait OTT ini ke Jakarta. Mereka diamankan di beberapa lokasi, yakni Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo.
“Pihak-pihak tersebut di antaranya diamankan di wilayah Wonogiri, Solo, dan juga Sukoharjo,” ujar Budi Prasetyo.
Ikuti Berita7.co.id
