Berita7 — PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi sorotan setelah analis menaikkan proyeksi laba dan target harga saham tahun ini. Keputusan itu didorong oleh pembalikan kinerja kuartal I-2026 dan perkembangan beberapa proyek produksi serta eksplorasi.
MNC Sekuritas memperkirakan laba bersih MDKA naik 25% menjadi US$ 144 juta pada 2026 dan sekaligus menaikkan target harga saham menjadi Rp 4.350 per saham dari sebelumnya Rp 3.000.
MDKA mencatat laba bersih US$ 57,5 juta pada kuartal I-2026, berbalik dari rugi bersih US$ 3,7 juta pada periode sama tahun sebelumnya. EBITDA melonjak 182% secara tahunan menjadi US$ 249,9 juta, dengan margin EBITDA meningkat menjadi 40% dari 18% pada kuartal I-2025, menurut riset Raka Junico W, analis MNC Sekuritas.
Produksi, Eksplorasi, dan Panduan Produksi
Melalui anak usaha PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), MDKA mencatat produksi emas perdana di tambang Pani Gold sebesar 1,8 ribu ons (Koz) pada kuartal I-2026. Namun, volume penjualan pada Maret 2026 tercatat baru 0,5 Koz.
Kegiatan pengeboran di area Kolokoa menambah sumber daya emas sekitar 400 Koz. Dengan penambahan ini, total sumber daya MDKA meningkat menjadi 7,4 juta ons (Moz) dari area seluas 135 hektare, yang merupakan bagian dari konsesi seluas 14.000 ha.
Perusahaan memperkirakan peningkatan produksi mulai terlihat pada kuartal II-2026, dengan kontribusi volume yang lebih besar pada semester II-2026. “Target produksi sepanjang 2026 tetap dipertahankan di kisaran 100-115 Koz,” ujar Raka.
Proyek HPAL dan Harga Produk Turunan
Proyek high pressure acid leach (HPAL) Grup MDKA melalui PT Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) telah menyelesaikan proses commissioning dan saat ini menunggu penerbitan izin usaha industri (IUI) sebagai persyaratan akhir sebelum beroperasi komersial.
Di sisi harga komoditas, harga asam sulfat tercatat naik tajam dari sekitar US$ 300 per ton tahun lalu menjadi US$ 1.100–1.200 per ton. Sementara itu, harga jual rata-rata mixed hydroxide precipitate (MHP) tetap kuat di kisaran US$ 14.000–15.000 per ton, dengan estimasi margin tunai sekitar US$ 3.800–5.000 per ton.
Penilaian Valuasi
MNC Sekuritas menyatakan kenaikan proyeksi laba dan target harga saham sejalan dengan perbaikan kinerja operasional. Saat ini saham MDKA diperdagangkan pada standar deviasi minus dua (-2SD) dibandingkan rata-rata valuasi tiga tahun terakhir, dengan rasio EV/EBITDA sebesar 13,3 kali.
“Kondisi tersebut menunjukkan valuasi saham MDKA berada di bawah rata-rata historisnya,” kata Raka.
Ikuti Berita7
