Berita7 — PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan berada di kisaran Rp17.500 pada akhir 2026. Proyeksi ini disampaikan sejalan dengan kondisi stabilitas yang mulai terlihat pada Juni 2026.
MAMI mencatat stabilitas rupiah didukung oleh kebijakan pro stabilitas Bank Indonesia (BI) dan perubahan nada kebijakan pemerintah. Tekanan musiman seperti pembayaran dividen dan periode Haji juga mulai mereda.
Risiko Global dan Domestik
Meski demikian, MAMI menilai stabilitas rupiah masih rentan terhadap perkembangan eksternal dan domestik. Faktor yang menjadi perhatian pasar antara lain dinamika geopolitik dan arah suku bunga The Fed.
Di dalam negeri, evaluasi S&P Global Ratings yang akan berlangsung pada Juli–Agustus serta konsistensi kebijakan pemerintah disebut sebagai elemen penting yang terus dipantau investor.
Peran Bank Indonesia
Bank Indonesia menegaskan prioritasnya pada stabilitas nilai tukar dengan kebijakan suku bunga. Pada Juni 2026, BI menaikkan BI Rate sebesar 50 basis poin, termasuk kenaikan 25 basis poin dalam rapat di luar jadwal biasa.
MAMI menyatakan langkah tersebut bertujuan menjaga kredibilitas, menegaskan independensi BI, dan meningkatkan daya tarik aset domestik. Berdasarkan proyeksi perusahaan, BI Rate berpeluang mengalami kenaikan lebih lanjut hingga akhir tahun.
Respons Pasar
MAMI menilai pasar saham, obligasi, dan nilai tukar masih menunjukkan fluktuasi tinggi, mencerminkan kepercayaan investor yang belum pulih sepenuhnya.
“Namun jika kita perhatikan, ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki kondisi melalui kebijakan-kebijakan yang lebih ramah pasar,”
MAMI menambahkan bahwa sejak Juni terdapat peningkatan komunikasi terkait sejumlah penyesuaian kebijakan yang dimaksud.
Kebijakan Pemerintah
Beberapa langkah yang disebut sebagai bentuk re-kalibrasi kebijakan antara lain penurunan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), pengurangan target jumlah Koperasi Desa dari 80 ribu menjadi 40 ribu, pembatalan rencana skema bagi hasil mineral dan batu bara, serta penegasan peran PT Danantara Sumberdaya Indonesia dalam wacana ekspor satu pintu.
Sebelumnya, pada Maret pemerintah juga menegaskan komitmen menjaga defisit fiskal tetap di bawah 3%.
Ikuti Berita7

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.