Sepakbola

Liverpool Dihantui Kesalahan Manchester United dalam Perburuan Tiket Liga Champions

Advertisement

Liverpool menghadapi ancaman serius untuk gagal finis di zona Liga Champions musim depan. Klub berjuluk Si Merah itu perlu segera mematangkan strategi terkait posisi manajer jika tren negatif ini terus berlanjut.

Rangkaian hasil mengecewakan dalam beberapa pekan terakhir membuat Liverpool tergeser dari empat besar klasemen Liga Inggris. Tim asuhan Arne Slot ini tercatat tanpa kemenangan dalam lima pertandingan terbarunya, dengan rincian empat kali imbang dan sekali kalah.

Saat ini, Liverpool menempati posisi keenam dengan 36 poin, tertinggal dua poin dari Manchester United dan satu poin di belakang Chelsea. Meskipun secara matematis peluang untuk memperbaiki posisi masih terbuka lebar dengan 15 pertandingan tersisa, tren performa tim menimbulkan kekhawatiran.

Masa Depan Arne Slot Dipertanyakan

Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Arne Slot sebagai manajer Liverpool. Munculnya kabar bahwa Xabi Alonso akan menganggur setelah berpisah dengan Real Madrid, kembali menghidupkan spekulasi kedatangannya ke Anfield.

Sebelumnya, nama Alonso sempat santer dirumorkan akan menggantikan Juergen Klopp. Namun, takdir berkata lain, Alonso memilih Real Madrid, sementara Liverpool menunjuk Slot. Kini, kesempatan untuk merekrut Alonso kembali terbuka.

Advertisement

Keputusan krusial kini berada di tangan manajemen Liverpool. Mereka harus mempertimbangkan dengan matang apakah akan tetap bertahan dengan Slot atau mencari alternatif lain, dengan tiket Liga Champions musim depan sebagai pertimbangan utama.

Analisis Jamie Carragher

Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, memberikan pandangannya mengenai potensi kesalahan yang bisa dihindari klub. Ia menyoroti pengalaman buruk Manchester United dalam pengambilan keputusan terkait manajer.

“Sesuatu yang Anda tak pernah ingin lakukan, dan Manchester United sudah melakukan kesalahan beberapa kali, adalah saat berpikir ‘Rasanya kita perlu ganti manajer, tapi tidak yakin 100%’ lalu sampai ke bulan Oktober dan berpikir lagi ‘Kita seharusnya menggantinya’,” ungkap Carragher dalam wawancara dengan The Athletic.

Carragher menambahkan,

Advertisement