Konflik antara komedian Sule dan Teddy Pardiyana kembali memanas terkait persoalan aset peninggalan almarhumah Lina Jubaedah. Pihak Teddy Pardiyana kini mendorong penetapan ahli waris melalui jalur hukum di Pengadilan Negeri Bandung.
Langkah ini diambil setelah Sule sempat melontarkan sindiran agar Teddy Pardiyana lebih fokus bekerja dibanding mengurusi hak waris. Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum Teddy, Wati Trisnawati, menegaskan bahwa kliennya saat ini sudah bekerja dan tidak bergantung pada persoalan warisan.
“Kalau kerja, sudah. Sekarang kerja, meskipun usahanya kecil-kecilan kuliner. Yang pasti untuk makan sih cukup,” kata Wati dalam wawancara daring pada Sabtu (7/2/2026).
Wati kembali menegaskan bahwa langkah hukum yang ditempuh Teddy bukan bertujuan untuk menuntut objek warisan almarhumah Lina Jubaedah. Menurutnya, kliennya hanya menuntut administrasi mengenai penetapan ahli waris.
“Yang pasti kembali lagi saya tegaskan di sini, kami tidak menuntut objek waris. Kami nuntut hanyalah administrasi mengenai penetapan ahli waris,” ujarnya.
Saat ditanya mengenai aset yang dimiliki almarhumah Lina selama menikah dengan Teddy, Wati mengaku tidak mengetahui secara pasti. “Saya kurang tahu, sepertinya nggak ada. Dan saya kurang tahu itu mengenai objek yang ditinggalkan,” katanya singkat.
Wati juga meluruskan anggapan bahwa proses hukum yang berjalan merupakan gugatan sengketa warisan. Ia menekankan bahwa yang diajukan pihaknya adalah permohonan penetapan ahli waris.
“Ini bukan gugatan, tapi adalah permohonan. Bukan gugatan. Ini adalah permohonan penetapan ahli waris. Legalitas. Kembali kepada legalitas dan administrasi,” jelasnya.
Menurut Wati, permohonan tersebut hanya bertujuan untuk mendapatkan kejelasan hukum mengenai siapa saja yang berstatus sebagai ahli waris almarhumah Lina Jubaedah. “Pak Teddy itu maunya bentuknya berupa penetapan. Di sini bahwa yang menjadi ahli waris dari almarhumah Lina itu siapa saja. Hanya itu. Tidak ada tuntutan ke objek warisan,” tegasnya.
Terkait agenda persidangan selanjutnya, Wati menyebut sidang akan kembali digelar setelah proses mediasi selesai. “Iya. Jadi menunggu 30 hari ke depan setelah mediasi selesai. Nah nanti agendanya pembacaan permohonan,” pungkasnya.
Hingga kini, proses hukum penetapan ahli waris almarhumah Lina Jubaedah masih terus bergulir di Pengadilan Negeri Bandung.






