Magelang – Rowiyanto, Kepala Desa Sambeng, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, dilaporkan menghilang tanpa jejak selama kurang lebih dua bulan. Kepergiannya yang mendadak ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan warga dan pemerintah desa.
Kronologi Menjelang Hilangnya Kades
Menurut informasi yang dihimpun, Rowiyanto terakhir kali terlihat pada Jumat, 5 Desember 2025, setelah sehari sebelumnya, Kamis (4/12/2025), ia masih aktif menghadiri pertemuan penting. Pertemuan tersebut membahas penolakan warga terhadap rencana penambangan tanah uruk untuk proyek Jalan Tol Jogja-Bawen.
Pertemuan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, warga, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Desa (Pemdes), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) Borobudur, termasuk Kapolsek dan Danramil, menghasilkan keputusan tegas. Warga secara kolektif menolak penambangan tersebut.
Khairul Hamzah, Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng, menjelaskan, “Di situ (pertemuan) kan sudah sampai ada keputusan bahwasanya memang warga memang menolak (penambangan tanah uruk). Beliau (kades) juga akhirnya memberikan surat pernyataan menolak segala macam dan juga berjanji akan membersamai warga.”
Usai pertemuan tersebut, Rowiyanto masih sempat menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Koperasi Merah Putih pada Jumat pagi, 5 Desember 2025. Namun, setelah itu, keberadaannya tidak diketahui lagi.
Pemerintahan Desa Tetap Berjalan
Meskipun kepala desanya menghilang, roda pemerintahan Desa Sambeng dilaporkan tetap berjalan normal dan tidak mengalami gangguan berarti. Hal ini dikonfirmasi oleh Camat Borobudur, Subiyanto, yang menyatakan bahwa posisi Kades Rowiyanto hingga kini masih belum diketahui.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai keberadaan Rowiyanto maupun alasan di balik kepergiannya yang mendadak.






