— PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat kinerja penjualan dan laba yang mendorong analis mempertahankan rekomendasi beli dan menetapkan target harga relatif tinggi untuk saham perusahaan.

Dalam risetnya, KB Valbury Sekuritas menilai ERAA menunjukkan pertumbuhan penjualan di gerai yang telah beroperasi (SSSG) sebesar 7,2% secara tahunan untuk lima bulan pertama 2026 (5M26) dan melanjutkan ekspansi jaringan gerai serta program membership.

Kinerja Keuangan dan Proyeksi 2026

KB Valbury mempertahankan proyeksi pendapatan ERAA tahun 2026 sebesar Rp 83,8 triliun, atau tumbuh 9,3% secara tahunan. Estimasi laba bersih untuk 2026 dipatok sebesar Rp 1,3 triliun, naik 9,3% yoy.

Untuk semester I-2026, pendapatan diperkirakan mencapai Rp 41,1 triliun, meningkat 17,1% yoy dan setara sekitar 49% dari target pendapatan tahun penuh. “Ini sejalan dengan ekspektasi,” tulis analis Andre Suntono.

Hasil Kuartal I dan Semester I-2026

Pada kuartal I-2026, Erajaya membukukan pendapatan Rp 22,4 triliun, melonjak 41,1% yoy namun turun 7,5% qoq. KB Valbury mencatat pertumbuhan didorong oleh penambahan gerai, peningkatan jumlah member, serta tingginya aktivitas belanja selama periode hari raya.

Perusahaan diperkirakan membukukan laba bersih semester I-2026 sebesar Rp 784 miliar, naik 38% yoy, dengan margin laba bersih 1,9% atau naik 30 basis poin dibanding periode sama tahun lalu. Menurut analis, capaian itu mencapai sekitar 60% dari proyeksi laba bersih sepanjang 2026.

Target Harga dan Valuasi

KB Valbury mempertahankan rekomendasi buy untuk saham ERAA dengan target harga Rp 500 per saham. Target itu merefleksikan valuasi price to earnings (P/E) sebesar 6,1 kali berdasarkan proyeksi laba 2026.

Saat ini saham ERAA diperdagangkan pada estimasi P/E 2026 sebesar 4,5 kali atau berada pada standar deviasi minus 1,5 (-1,5SD), yang menurut analis menunjukkan valuasi relatif menarik.

Realisasi Laba Kuartal I-2026

Selama kuartal I-2026, ERAA mencatat laba bersih Rp 453 miliar, melonjak 122,7% yoy dan naik 10,3% qoq. Margin laba bersih kuartal tersebut mencapai 2%, meningkat 70 bps yoy atau 30 bps qoq.

“Realisasi tersebut juga berada di atas estimasi kami (34,6%) maupun konsensus pasar (34,7%) terhadap proyeksi laba setahun penuh,” ujar Andre Suntono dalam risetnya.