Perjuangan meraih puncak karier seringkali diwarnai pengorbanan besar. Hal ini dialami Karina Icha, yang kini menyandang gelar Miss Celebrity International Ambassador 2025. Awalnya dikenal sebagai pemain film, Karina terdorong mengikuti ajang kecantikan atas saran teman-temannya.
Perjalanan Menuju Panggung Internasional
Prosesnya tidak mudah. Karina mengikuti audisi sebagai perwakilan Sulawesi Selatan, dilanjutkan dengan karantina di Jakarta. Puncaknya, pada 28 September 2025, ia dinobatkan sebagai Miss Celebrity Indonesia. Gelar ini secara otomatis membawanya mewakili Tanah Air di kancah internasional.
“Lalu saya ikutin prosesnya. Ikut audisinya, sebagai perwakilan Sulawesi Selatan, lalu karantina di Jakarta dan final 28 September 2025. Sampai akhirnya diumumkan sebagai pemenang Miss Celebrity Indonesia dan gelar itu otomatis mewakili Indonesia di ajang lebih tinggi yaitu internasional,” ungkap Karina kepada detikcom, Kamis (5/2/2026).
Kompetisi di Kuala Lumpur, Malaysia, mempertemukan Karina dengan puluhan kontestan dari berbagai negara, termasuk Venezuela, China, dan Thailand. Pada malam final 22 Desember 2025, Indonesia berhasil meraih gelar Miss Celebrity International Ambassador.
“Lalu setelah kompetisi di Kuala Lumpur, Malaysia melawan puluhan negara lainnya seperti Venezuela, China, Thailand dan lainnya, pada final 22 Desember 2025, akhirnya Indonesia diumumkan sebagai pemenang Miss Celebrity International Ambassador,” terangnya.
Pengorbanan Fisik dan Mental
Perjalanan panjang ini menuntut pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran. Karina mengaku fokus berlatih keras dari berbagai aspek, dengan target awal masuk tiga besar di tingkat internasional.
“Karena, pada saat mulai masuk dari awal, saya fokus untuk berlatih dengan keras dari segala aspek. Dengan target 3 besar di Internasional tapi ternyata Allah Maha Baik saya diberi melebihi target,” tuturnya.
Salah satu perjuangan terberat adalah menurunkan berat badan. Ia berhasil menurunkan 8 kilogram dalam dua bulan melalui diet dan olahraga. Latihan catwalk dengan sepatu hak tinggi 15 cm juga kerap menyebabkan cedera kaki.
“Berusaha diet dan olahraga untuk menurunkan berat badan 8 kilogram dalam waktu dua bulan. Belajar catwalk dengan menggunakan heels 15 CM yang kadang terjatuh membuat cedera kaki. Waktu karantina di tingkat internasional, telinga saya berdarah karena robek akibat setiap hari menggunakan anting besar. Kedua kaki saya juga harus dilakban karena cedera dari penggunaan sepatu hak tinggi 12 jam setiap hari,” jelasnya.
Membawa Budaya Papua ke Kancah Global
Dukungan keluarga dan teman menjadi kekuatan bagi Karina. Dalam ajang internasional, ia memilih mengenakan baju adat Papua untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di mata dunia.
“Saya juga memakai baju adat Papua saat di ajang internasional, karena saya ingin memperkenalkan di kancah global bahwa kita memiliki segudang budaya yang unik dan luar biasa. Dan saya melihat kompetisi kecantikan di Indonesia lebih cenderung menggunakan pakaian adat Jawa dan Bali, tapi kalau adat Papua masih jarang. Yang terpenting Papua adalah bagian dari NKRI,” tegasnya.






