Senin, 19 Januari 2026 – Pelatih kawakan Juergen Klopp, yang baru saja mengakhiri masa baktinya di Liverpool, tampaknya tidak akan menjadi pilihan utama Real Madrid untuk mengisi kursi kepelatihan. Meskipun namanya kerap dikaitkan dengan klub raksasa Spanyol tersebut, berbagai faktor menunjukkan bahwa kepindahan Klopp ke Santiago Bernabeu adalah sebuah kemustahilan.
Kelelahan Klopp dan Perbedaan Kultur Klub
Juergen Klopp sendiri mengakui rasa lelahnya setelah sembilan tahun membesut Liverpool. “Saya kelelahan dan sudah kehabisan energi,” ujar Klopp jelang kepergiannya dari Anfield pada awal tahun 2024. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Klopp membutuhkan jeda panjang sebelum kembali terjun ke dunia kepelatihan, apalagi untuk tim sekelas Real Madrid yang menuntut energi ekstra.
Perbedaan kultur klub juga menjadi hambatan signifikan. Liverpool dan Borussia Dortmund, dua klub yang pernah dilatih Klopp, memberikan otonomi yang cukup besar kepada sang pelatih dalam urusan transfer pemain. Klopp pernah menegaskan, “Jika saya tidak menginginkan seorang pemain, dia tidak akan datang,” pada tahun 2022. Di Real Madrid, keputusan transfer pemain cenderung didominasi oleh presiden klub, Florentino Perez, yang mungkin tidak sejalan dengan filosofi kerja Klopp.
Real Madrid: Tim Bintang vs. Membangun Bintang
Selama di Liverpool, Klopp berhasil mentransformasi pemain seperti Virgil van Dijk, Sadio Mane, dan Mohamed Salah menjadi bintang dunia. Namun, Real Madrid memiliki profil pemain yang berbeda. Klub berjuluk Los Blancos ini identik dengan pemain yang sudah mapan dan berstatus bintang, seperti Thibaut Courtois dan Kylian Mbappe, meskipun kini juga memiliki talenta muda yang bersinar seperti Vinicius Junior, Rodrygo, dan Federico Valverde.
Pengalaman Xabi Alonso yang hanya bertahan setengah musim di Real Madrid, dengan isu keretakan ruang ganti dan ego pemain yang tinggi sebagai penyebabnya, menjadi contoh betapa kompleksnya mengelola skuad bertabur bintang di klub ibu kota Spanyol tersebut. Klopp, yang dikenal anti-terhadap ego pemain yang berlebihan, mungkin akan menghadapi tantangan serupa.
Proses yang Membutuhkan Waktu
Meskipun Real Madrid memiliki skuad yang mumpuni untuk menerapkan gaya permainan menekan khas Klopp, perlu diingat bahwa kesuksesan di Liverpool tidak datang dalam semalam. Klopp membutuhkan waktu lima tahun untuk mengakhiri puasa gelar Premier League bagi The Reds. Proses adaptasi dan pembangunan tim yang tidak sebentar ini mungkin tidak sesuai dengan ekspektasi instan yang seringkali melekat pada Real Madrid.
Oleh karena itu, meskipun ada ketertarikan dari kedua belah pihak, realitas menunjukkan bahwa kolaborasi antara Juergen Klopp dan Real Madrid tampaknya sulit terwujud. Namun, dalam dunia sepak bola, segala kemungkinan selalu terbuka.






