— Harga emas dunia berpeluang kembali menguat, didorong beberapa faktor struktural seperti lonjakan harga energi yang meningkatkan ekspektasi inflasi serta permintaan pembelian dari bank sentral. Di sisi lain, pasar masih mencatat koreksi jangka pendek; pada perdagangan terakhir tercatat penurunan 0,36% menjadi US$ 4.062,41 per troy ounce per 9 Juli 2026.

Analisis dari Invesco yang tertuang dalam laporan prospek emas triwulanan menegaskan pandangan konstruktif untuk paruh kedua 2026, meski juga memperingatkan risiko penurunan dalam beberapa bulan mendatang.

Bank Sentral Perluas Cadangan Emas

Dalam laporannya, Invesco menyebut bahwa pembelian emas oleh bank sentral menjadi salah satu pendorong utama permintaan jangka panjang. Menurut data yang dikutip, 45% responden survei Dewan Emas Dunia memperkirakan akan menambah cadangan emas dalam 12 bulan ke depan, sementara 89% menilai cadangan emas global akan meningkat selama tahun mendatang.

“(Kami) percaya bahwa sebagian besar dukungan struktural untuk harga emas tetap utuh,” tulis penulis laporan Invesco, menambahkan bahwa mayoritas bank sentral melaporkan peningkatan alokasi emas selama tiga tahun terakhir karena kekhawatiran atas volatilitas global dan kebutuhan perlindungan terhadap inflasi.

Permintaan Ritel Dan Risiko Volatilitas

Selain pembelian institusional, Invesco menyoroti peran pembelian koin dan batangan kecil oleh investor ritel sebagai sumber permintaan yang kuat selama reli emas jangka panjang. Perusahaan aset manajemen itu menekankan pentingnya memperhatikan bagaimana permintaan ritel merespons koreksi harga.

Para penulis laporan juga mengingatkan bahwa meskipun permintaan bank sentral relatif tidak sensitif terhadap fluktuasi harga, harga emas tetap rentan terhadap perubahan aliran investasi. “Kenaikan harga dapat menarik aliran dana ke suatu aset, tetapi penurunan harga terkadang dapat mendorong penjualan, terutama ketika investor dapat mengunci keuntungan dan perlu mengakses likuiditas untuk pengalokasian ulang,” tulis laporan tersebut.

Risiko Ke Depan

Invesco mengingatkan beberapa bulan ke depan krusial bagi pergerakan harga emas. Faktor penentu yang disebutkan meliputi respons The Fed terhadap perkembangan inflasi, arah pergerakan harga minyak, serta kekuatan Dolar AS terhadap mata uang utama lain.

“Ketidakpastian geopolitik sekarang menjadi pendorong utama pembelian emas yang berkelanjutan,” tambah penulis laporan, sekaligus menegaskan bahwa risiko koreksi harga belum sepenuhnya hilang.