Sepakbola

Inter Milan vs Arsenal: Efisiensi dan Kerapian Kunci Kemenangan Nerazzurri

Advertisement

Milan – Inter Milan menghadapi tantangan berat saat menjamu Arsenal dalam lanjutan Liga Champions di Stadion San Siro pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Untuk meraih kemenangan, Inter dinilai perlu bermain efisien dan menjaga kerapian dalam penguasaan bola.

Analisis Pertandingan

Saat ini, Inter Milan menduduki peringkat keenam klasemen fase grup dengan 12 poin, tertinggal enam poin dari Arsenal yang telah memastikan diri lolos. Pertandingan ini menjadi krusial bagi Nerazzurri untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya.

Arsenal datang ke San Siro dengan rekor impresif sebagai satu-satunya tim yang meraih kemenangan 100 persen di Liga Champions musim ini. Mereka juga hanya menelan dua kekalahan di semua kompetisi.

Meskipun demikian, Inter Milan memiliki modal kepercayaan diri tinggi. Pasukan Cristian Chivu telah meraih sembilan kemenangan dari 12 pertandingan terakhir di berbagai kompetisi dan tidak terkalahkan dalam enam laga terakhir, dengan lima di antaranya berakhir kemenangan, sejak kekalahan di semifinal Piala Super Italia.

Kunci Kemenangan Menurut Manuel Akanji

Bek Inter Milan, Manuel Akanji, menekankan pentingnya efisiensi dan ketelitian dalam permainan timnya.

“Kami harus efisien. Ketika Anda bermain melawan tim-tim terbaik, setiap kesalahan bisa dihukum tapi hal yang sama juga berlaku buat mereka. Kami harus ganas dan efisien di depan gawang, juga harus rapi dalam penguasaan bola. Memang tidak mudah, tapi kami harus bermain sebagai sebuah tim,” ujar Akanji di laman resmi klub.

Advertisement

Rekor Pertemuan dan Evaluasi

Pada pertemuan terakhir kedua tim pada November 2024, Inter Milan berhasil meraih kemenangan 1-0 melalui gol penalti Hakan Calhanoglu. Namun, dalam pertandingan tersebut, Arsenal mendominasi penguasaan bola hingga 60 persen dengan 21 percobaan tembakan (5 on target), sementara Inter hanya mampu menghasilkan 7 percobaan (1 on target).

Inter Milan menunjukkan performa yang kurang memuaskan melawan tim-tim selevel di enam pertandingan awal Liga Champions. Setelah meraih kemenangan atas Ajax, Slavia Praha, Union Saint-Gilloise, dan Kairat Almaty, mereka harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dan Liverpool.

Akanji menambahkan, perbandingan dengan musim lalu sulit dilakukan karena ia baru bergabung. Ia mengakui kekuatan Arsenal, terutama dalam serangan bola mati, dan pentingnya menjaga fokus saat menghadapi tim-tim Eropa yang memiliki penyerang-penyerang kelas dunia.

“Di Eropa, Anda selalu menghadapi tim-tim yang memiliki penyerang-penyerang terbaik: Atletico dan Liverpool juga punya penyerang yang sangat kuat. Kami sudah pasti harus menjaga fokus,” pungkas Akanji.

Advertisement