JAKARTA – Seorang influencer yang enggan disebutkan namanya, berinisial H, mengungkapkan bahwa putrinya, C, mengalami trauma mendalam setelah menjadi korban pelecehan dan perundungan oleh teman sekelasnya di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Jakarta Timur. Peristiwa ini menyebabkan C mengalami gangguan emosional yang signifikan, termasuk tangisan yang tak henti dan rasa ketakutan.
“Karena anak saya ternyata dari minggu-minggu lalu, dari yang pulang dari tahun baru, itu dia nangis terus. Saya tanya kenapa, tapi diam aja, dia menjawab ‘enggak, enggak kenapa-kenapa’,” ujar H, seperti dikutip dari Antara, Rabu (21/1/2026). H juga mengamati bahwa putrinya menunjukkan kegelisahan hampir setiap malam.
Akibat kondisi psikologis yang dialami C, H memutuskan untuk tidak mengizinkan putrinya kembali bersekolah untuk sementara waktu. Fokus utamanya saat ini adalah memulihkan kondisi mental C. “Anak aku sih lagi di rumah ya. Belum aku bolehin ke sekolah sampai masalah selesai dulu,” tambahnya.
Terduga Pelaku Hanya Disanksi Skors Dua Hari
H telah melaporkan insiden ini kepada pihak sekolah. Namun, ia merasa sangat kecewa dengan sanksi yang diberikan kepada terduga pelaku, yang hanya berupa skors selama dua hari. H mempertanyakan keadilan dari sanksi tersebut.
“Apa harus mati dulu? Saya bilang gitu juga ke kepala sekolah. Apa harus mati dulu baru ini bisa diproses nih? Baru tuh orang dikeluarkan dari sekolah (drop out/DO),” tuturnya dengan nada prihatin.
Rencana Pelaporan ke Polisi dan Pertemuan dengan Keluarga Pelaku
Menyikapi hal ini, H berencana untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Ia menyebutkan bahwa pertemuan dengan keluarga terduga pelaku dijadwalkan pada hari Kamis (22/1/2026).
“Kalau rencana lapor (polisi) itu kemungkinan Jumat (23/1) karena Kamis besok itu aku bakal ditemui sama keluarga si terduga pelaku ini ya, hari Kamis,” jelas H.






