Jakarta – Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, harus mengubur impiannya tampil di final Indonesia Masters 2026. Langkah mereka terhenti di babak semifinal setelah takluk dari wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje, dengan skor 22-20, 19-21, 17-21 di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (24/1/2026).
Jafar mengakui bahwa permainan mereka sebenarnya sudah cukup baik, namun tekanan dari lawan yang terus meningkat di gim penentu menjadi faktor kekalahan. “Secara permainan sebenarnya kami cukup bagus, enggak terlalu jelek. Cuma tadi di interval gim ketiga, saya sudah tahu bahwa mereka mempercepat permainan, tapi memang tekanannya dari mereka yang bikin kami jadi takut-takut,” ujar Jafar.
Ia menambahkan bahwa tekanan tersebut membuat mereka kesulitan dalam melakukan pembukaan serangan. “Jadi buat membuka bola itu takut karena smes kencang, dan mereka menekan terus,” tuturnya.
Selain tekanan mental, Jafar/Feli juga mengakui kalah dalam hal kekuatan fisik atau power dibandingkan lawannya. “Ini berbeda dari sebelumnya,” kata Felisha, merujuk pada dua pertemuan sebelumnya melawan pasangan Denmark tersebut di Korea Open dan Australia Open 2025. Di Korea, Jafar/Feli kalah 24-22, 19-21, 14-21, sementara di Australia mereka berhasil membalas dengan kemenangan 17-21, 21-16, 21-13.
Kekalahan ini membuat target Jafar/Feli untuk meraih gelar juara di kandang sendiri tidak tercapai. Meski demikian, semangat juang mereka tidak padam. Pasangan ganda campuran peringkat 9 dunia ini akan segera mempersiapkan diri untuk turnamen berikutnya, Thailand Masters, yang akan digelar pada 28 Januari hingga 2 Februari.
Felisha mengungkapkan evaluasi utama setelah pertandingan ini adalah bagaimana cara keluar dari tekanan lawan dalam kondisi lapangan yang kurang nyaman bagi mereka. “Sementara evaluasi panjangnya pastinya power buat tangan. Kami tadi susah menyerang karena powernya kalah,” jelas Felisha.






