Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, sukses menembus final Daihatsu Indonesia Masters 2026. Atlet berusia 20 tahun itu menjadi wakil pertama Merah Putih yang melaju ke partai puncak turnamen yang digelar di Istora GBK, Jakarta.
Alwi Farhan Melaju ke Final
Alwi Farhan berhasil mengalahkan Chi Yu Jen dari Taiwan dalam babak semifinal yang berlangsung pada Sabtu (24/1/2026). Pertandingan tersebut dimenangkan Alwi dalam dua gim langsung dengan skor 21-11 dan 21-12.
Keberhasilan Alwi melaju ke final ini menjadi angin segar bagi regenerasi sektor tunggal putra Indonesia. Ia membawa optimisme bagi para penggemar bulu tangkis Tanah Air.
Optimisme Generasi Z
“Bisa dibilang iya dong kalau hasilnya seperti ini. Kalau slogan saya itu ‘Gen Z siap unjuk gigi’,” ujar Alwi Farhan usai pertandingan.
Pemain yang lahir di Surakarta pada 12 Mei 2005 ini menambahkan, dirinya bersama rekan-rekan seusianya di Pelatnas PBSI memiliki ambisi besar untuk segera bersaing di level atas.
“Jadi saya pribadi, karena saya tidak tahu, mungkin saya pribadi dan teman-teman yang ada di Pelatnas, yang seumuran saya ya pastinya ingin berada di level atas cepatnya,” tuturnya.
Perjalanan Karier Alwi Farhan
Alwi menyadari bahwa pencapaiannya saat ini merupakan hasil dari proses panjang dan kerja keras. Ia memulai kariernya dengan menjuarai Asia Junior U-15 pada 2019, diikuti dengan gelar juara dunia tunggal putra junior pada 2023.
Di level senior, Alwi telah mengoleksi sejumlah prestasi:
- Medali emas SEA Games 2023 Kamboja (beregu putra)
- Medali emas SEA Games 2025 Thailand (beregu putra)
- Juara Indonesia Masters II 2024
- Juara Macau Open 2025
Selain itu, Alwi juga meraih berbagai gelar di turnamen junior internasional, termasuk di Korea, Jaya Raya Junior, Bangladesh, dan Alpes U-19.
Pengalaman dan Kontrol Diri
Alwi mengungkapkan bahwa pengalaman bertanding di berbagai turnamen internasional sangat krusial dalam membentuk mental dan kemampuannya.
“Memang tidak bisa dipungkiri, butuh pengalaman, butuh jam terbang, butuh merasakan atmosfer yang berbeda-beda, bertemu pemain dari segala ranking, tidak bisa menyepelekan, bertemu dengan kondisi lapangan. Itu semua berjalan dengan adanya waktu,” jelas Alwi.
“Saya juga berada di sini juga karena tahun lalu saya merasakan amat banyak sekali turnamen yang saya rasakan, banyak sekali experience yang saya dapat,” tambahnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut membantunya untuk mengontrol diri saat bertanding di Istora.
“Saya menggunakan pengalaman itu sebaik mungkin, sehingga saya bisa kontrol atas diri saya untuk bermain di Istora ini,” lanjutnya.
Momen Spesial dan Harapan Emas
Alwi menilai momen menembus final Indonesia Masters 2026 ini sangat spesial. Ia mengaku sempat memiliki kesempatan untuk masuk jajaran top 15 dunia lebih cepat melalui turnamen di Malaysia dan Australia, namun belum terwujud.
“Ya pastinya spesial, karena jujurnya sebenarnya saya pengen masuk top 15 cepatnya. Ada kesempatan ketika kemarin bermain di Malaysia, kesempatan juga waktu bermain di Australia, tapi tidak jadi,” ungkap Alwi.
Kini, Alwi bertekad untuk memberikan yang terbaik di partai final demi Merah Putih.
“Ya Tuhan beri jawaban di waktu yang tepat saya rasa, dan semoga saya besok bisa mempersembahkan medali emas buat Indonesia. Amin,” tutupnya.






