— Indikator investasi yang dikaitkan dengan Warren Buffett mencatat rekor tertinggi di level lebih dari 235%. Level ini memicu peringatan karena Buffett pernah menyatakan bahwa jika indikator tersebut menembus 200%, investor sedang “bermain api”.

Lonjakan indikator terjadi di tengah penguatan pasar saham global yang didorong oleh euforia adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI). Sejumlah indeks utama AS mencatat kenaikan signifikan dalam tiga tahun terakhir, sementara sebagian pelaku pasar diimbau meningkatkan kewaspadaan.

Apa Itu Indikator Buffett?

Indikator Buffett membandingkan total kapitalisasi pasar saham sebuah negara dengan produk domestik bruto (PDB) negara tersebut. Perhitungannya sederhana: total nilai pasar saham dibagi dengan nilai PDB. Rasio yang tinggi menunjukkan nilai pasar saham lebih besar dibandingkan output ekonomi riil.

Saat ini rasio tersebut berada di atas 235%, angka yang melebihi ambang 200% yang pernah disebut Buffett sebagai kondisi berisiko.

Pergerakan Pasar dan Peran AI

Dalam beberapa tahun terakhir pasar saham global melaju. Indeks Nasdaq naik sekitar 122% selama tiga tahun terakhir, S&P 500 naik 78%, dan Dow Jones Industrial Average tumbuh 45% pada periode yang sama. Lonjakan ini ikut didorong oleh prospek pertumbuhan dari penerapan AI pada berbagai sektor, termasuk perancang chip dan penyedia layanan komputasi awan.

Optimisme terhadap AI disebut-sebut sebagai pendorong utama pasar bullish yang kini memasuki tahun ketiga.

Belajar Dari Sejarah

Catatan historis menunjukkan indikator tersebut pernah menembus batas berisiko pada beberapa peristiwa besar. Terakhir kali naik di atas 200% terjadi pada November 2021; setelah itu S&P 500 turun lebih dari 15% dalam 12 bulan berikutnya.

Pada puncak gelembung dot-com Maret 2000, indikator sempat mencapai 147%. Setelah titik puncak tersebut, hingga akhir 2002, indeks S&P 500 mencatat penurunan hingga 42%.

Strategi Bagi Investor

Para analis dan pelaku pasar mengingatkan investor untuk tidak panik namun tetap selektif. Fokus utama adalah memperhatikan valuasi: saham dengan fundamental baik tetapi sudah berharga tinggi tidak otomatis menjadi pembelian tepat saat ini.

Salah satu pendekatan yang disorot adalah meniru prinsip investasi yang selama ini dikaitkan dengan Buffett, yakni membeli saham berkualitas saat harganya wajar atau sedang diskon, lalu menyimpannya untuk jangka panjang.

Konteks Tentang Buffett

Warren Buffett dikenal sebagai kepala Berkshire Hathaway selama enam dekade. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan induk tersebut mencatat pertumbuhan tahunan majemuk hampir 20%, dibandingkan kinerja S&P 500 yang berada di kisaran 10% pada periode yang sama.

Prinsip nilai (value investing) yang dipegang Buffett menekankan ketenangan dan selektivitas, bukan ikut terburu-buru membeli saat pasar euforia.