Berita7 — Phintraco Sekuritas memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Perusahaan sekuritas itu memperkirakan pergerakan IHSG berada pada resistance 6.000, pivot 5.900, dan support 5.745.
Perusahaan menilai koreksi dipicu beberapa faktor, termasuk meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong rebound harga minyak mentah sehingga memicu aksi profit taking setelah IHSG naik selama lima hari berturut-turut.
Phintraco mencatat penutupan IHSG pada level 5.873,37, turun 1,89% pada sesi sebelumnya. “Hal itu mendorong terjadinya profit taking setelah IHSG membukukan kenaikan selama lima hari berturut-turut,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Perubahan Klasifikasi Pasar
Selain faktor eksternal, Phintraco menyebutkan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) mengumumkan hasil evaluasi yang menempatkan Indonesia dalam status pemantauan, sehingga ada potensi penurunan klasifikasi dari emerging market ke frontier market.
“Dengan perkembangan tersebut, IHSG hari ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area support di kisaran 5.800–5.745,” papar Phintraco Sekuritas.
Phintraco menambahkan Bursa Efek Indonesia berencana menggelar pertemuan dengan S&P DJI menyusul keputusan penyedia indeks global tersebut memasukkan Indonesia ke dalam watchlist evaluasi klasifikasi pasar.
Investor Asing Masih Waspada
Perusahaan juga menyoroti arus modal asing yang terdampak setelah beberapa lembaga internasional memberi peringatan terhadap investasi di pasar modal Indonesia. Pemerintah menargetkan masuknya dana investor asing ke Pusat Financial Internasional Indonesia (PFII) sekitar Rp300 triliun–Rp500 triliun, menurut Phintraco.
Survei Konsumen Bank Indonesia yang dikutip Phintraco menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen turun menjadi 117,8 pada Juni 2026 dari 120,9 pada Mei 2026, atau level terendah sejak September 2025. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) masing-masing turun menjadi 109,2 dan 126,4 pada Juni 2026.
Phintraco menegaskan meski terjadi penurunan, indikator tersebut masih berada di atas level 100 yang menunjukkan keyakinan konsumen tetap positif. Perusahaan menambahkan investor akan menantikan data penjualan ritel dan penjualan sepeda motor yang dirilis hari ini.
5 Saham Layak Dipantau
Berdasarkan analisis Phintraco Sekuritas, ada lima saham yang layak dicermati oleh pelaku pasar:
- PGEO
- PGAS
- UNTR
- ITMG
- AALI
Ikuti Berita7
