— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (10/7/2026) menyusul penguatan pada sesi sebelumnya. Pada penutupan kemarin IHSG tercatat naik 0,67% ke level 5.912,4, didorong technical rebound pada saham-saham komoditas dan perbankan.

Meski menguat, pasar masih dibayangi ketidakpastian global. Peningkatan tensi antara AS dan Iran mendorong kenaikan harga minyak, sementara proyeksi Dana Moneter Internasional memotong pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3%.

Dari sisi domestik, posisi cadangan devisa yang relatif kuat belum sepenuhnya menahan dampak pelemahan data penjualan ritel. Pelaku pasar hari ini diperkirakan akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah, pergerakan harga minyak dan nilai tukar Rupiah, serta isi FOMC Minutes yang menyinggung kemungkinan suku bunga AS bertahan tinggi lebih lama (higher for longer).

Proyeksi Teknikal

Secara teknikal, IHSG diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan terbatas. “Support 5.805 dan resistance psikologis 6.000,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasan pasar hari ini. Penembusan level 6.000 disebutkan akan menjadi konfirmasi awal bagi kelanjutan momentum penguatan.

Sentimen Global dan Pengaruhnya

Kondisi eksternal yang memengaruhi sentimen antara lain tensi geopolitik yang mendorong reli harga minyak serta penurunan proyeksi pertumbuhan global. Faktor-faktor ini berpotensi memengaruhi arus dana asing ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Kinerja Bursa Internasional

Indeks-indeks di Wall Street menutup sesi perdagangan kemarin dengan penguatan. Dow Jones Industrial Average naik 0,27% ke 52.487,4, S&P 500 menguat 0,81% ke 7.543,6, dan Nasdaq Composite bertambah 1,3% menjadi 26.206,8.

Rekomendasi Saham

Untuk kebutuhan trading hari ini, rekomendasi saham yang disorot adalah BUVA, ANTM, dan BUMI, menurut BRI Danareksa Sekuritas.