Berita7 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (9/7/2026) setelah penutupan yang melemah pada sesi sebelumnya.
Kemarin IHSG turun 1,89% ke level 5.873,3, mengakhiri reli lima hari berturut-turut yang sempat mengangkat indeks lebih dari 6% secara akumulatif.
Pemicu Koreksi dan Sentimen Pasar
Koreksi disebut-sebut dipicu aksi profit taking setelah IHSG gagal menembus level psikologis 6.000. Keadaan diperburuk oleh meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran serta keputusan S&P DJI yang menempatkan Indonesia pada watchlist dengan peluang reklasifikasi ke Frontier Market.
Dari sisi domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat turun menjadi 117,8 pada Juni, mencatat pelemahan selama dua bulan berturut-turut.
Faktor yang Dipantau Investor
- Perkembangan konflik AS-Iran yang dapat mendorong sentimen risk-off.
- Pergerakan harga minyak, nilai tukar rupiah, dan arus dana asing sebagai indikator arah pasar jangka pendek.
Secara teknikal, BRI Danareksa Sekuritas menyatakan IHSG berpotensi melanjutkan koreksi setelah gagal menembus area 6.000, dengan support di 5.805.
Selama indeks belum mampu kembali di atas level psikologis tersebut, tekanan jual diperkirakan masih akan mendominasi pergerakan IHSG.
Pergerakan Bursa Global
Pada perdagangan kemarin di Wall Street, hasilnya bervariasi. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 1,09% di 52.348,3; S&P 500 turun 0,28% ke 7.482,7; sedangkan Nasdaq Composite menguat 0,2% menjadi 25.870,6.
Rekomendasi Saham
Untuk aktivitas trading hari itu, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham AKRA, ELSA, dan PGAS.
Ikuti Berita7
