Berita7 — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada sesi I perdagangan Kamis, 9 Juli 2026, meski ketegangan di Timur Tengah meningkat. Penguatan pasar domestik terjadi di tengah optimisme atas prospek ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid di tengah ketidakpastian global.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG naik 12 poin atau 0,21% ke level 5.885 pada akhir sesi pertama.
Pengaruh Geopolitik dan Sentimen Global
Analis Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan kenaikan IHSG berlangsung di tengah pergerakan bursa Asia yang variatif akibat meningkatnya tensi geopolitik. Ketegangan memanas setelah militer Amerika Serikat mengonfirmasi serangan terhadap Iran untuk hari kedua berturut-turut, sementara Iran mengancam operasi balasan besar-besaran terhadap pangkalan militer AS di kawasan.
Situasi tersebut mendorong harga minyak dunia naik dan menimbulkan kekhawatiran pasar terkait potensi lonjakan inflasi. “Permusuhan terbaru di Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi, memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga global dapat bertahan di level tinggi lebih lama,” tulis Pilarmas dalam risetnya, Kamis (9/7/2026).
Pilarmas juga mencatat risalah rapat Federal Reserve pada Juni yang menunjukkan hanya sebagian kecil pejabat mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut, meski pembuat kebijakan AS masih mencermati risiko inflasi. Pasar saat ini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga acuan The Fed sebelum akhir 2026. Investor juga menantikan data klaim pengangguran mingguan dan penjualan rumah di AS sebagai petunjuk arah kebijakan moneter.
Proyeksi Ekonomi RI
Dari dalam negeri, Pilarmas menyebut sentimen positif datang dari proyeksi Asian Development Bank (ADB) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil pada 5,2% untuk 2026 dan 2027. Menurut Pilarmas, proyeksi ADB menunjukkan daya tahan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik.
“Proyeksi ADB memberikan gambaran bahwa ekonomi Indonesia masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang stabil di tengah kondisi global yang penuh tantangan,” tulis Pilarmas.
Pergerakan Saham dan Rekomendasi
Pada sesi pertama perdagangan, saham-saham dengan kenaikan terbesar (top gainers) antara lain PRDL, JELI, JAST, MMIX, dan COCO. Sementara saham yang mencatat penurunan terdalam (top losers) adalah JECX, BAPA, SQMI, PBSA, dan EMMI.
Pilarmas merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan rekomendasi buy, serta menetapkan level support di 470 dan resistance di 595.
Ikuti Berita7
