Berita7.co.id — Harga emas dunia terus turun pada perdagangan Kamis (9/7/2026), memperpanjang pelemahan menjadi empat hari beruntun dan sempat menyentuh level terendah dalam sepekan pada sesi sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah memanasnya kembali ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu aksi jual di pasar logam mulia.
Pada saat berita ditulis, harga emas tercatat turun 0,36% menjadi US$ 4.062,41 per ons troi. Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus juga melemah 0,26% ke level US$ 4.071,65 per ons troi.
Penurunan harga emas mengikuti pernyataan Presiden AS Donald Trump bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang dengan Iran telah “berakhir”. Tak lama setelah itu, militer AS mengumumkan serangan baru terhadap Iran dengan alasan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka bagi lalu lintas kapal.
Eskalasi di Timur Tengah mendorong harga minyak melanjutkan kenaikan setelah sehari sebelumnya melonjak hampir 5%. Sementara itu, dolar AS dan pasar saham global bergerak melemah, yang menambah ketidakpastian di pasar keuangan.
Sentimen pasar membesar karena kekhawatiran bahwa konflik yang kembali memanas dapat mendorong kenaikan harga energi dan memperberat tekanan inflasi global. Di sisi lain, risalah rapat The Fed bulan lalu menunjukkan meningkatnya kekhawatiran para pejabat bank sentral terhadap inflasi yang masih tinggi, serta kemungkinan perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Meskipun emas secara tradisional dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, kondisi suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik logam mulia karena sifatnya yang non-yielding (tidak memberikan imbal hasil).
Proyeksi IMF Terbaru
Sentimen pasar juga diperburuk oleh proyeksi terbaru International Monetary Fund yang memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3,0%.
Bank of America menurunkan proyeksi rata-rata harga emas 2026 sebesar 14% menjadi US$ 4.360 per ons troi, dengan alasan kebijakan The Fed yang dipandang lebih agresif.
Pergerakan Logam Mulia Lainnya
- Harga perak spot turun 1% menjadi US$ 57,71 per ons.
- Platinum naik 0,3% ke US$ 1.591,53 per ons.
- Paladium meningkat 0,39% ke US$ 1.223,72 per ons.
Pelaku pasar kini menantikan sejumlah data ekonomi penting, termasuk inflasi konsumen (CPI) dan produsen (PPI) China serta data klaim pengangguran dan penjualan rumah AS, yang dinilai dapat memberi petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga global.
Ikuti Berita7.co.id
