— PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat lonjakan tajam jumlah pemegang saham per akhir Juni 2026. Berdasarkan laporan registrasi pemegang saham, jumlah nasabah pemilik SID tercatat 110.840 pihak pada akhir bulan tersebut.

Angka ini naik 72.384 pihak dibandingkan Mei 2026, saat tercatat 38.456 pemegang saham.

Perubahan Komposisi Kepemilikan

Transaksi penyeimbangan kepemilikan atau shareholding rebalancing yang dilakukan salah satu pemegang saham jangka panjang, SCG Chemicals Public Company Limited (SCGC), tercatat menurunkan porsi kepemilikan SCGC di TPIA.

Setelah transaksi, kepemilikan SCGC tercatat menyusut menjadi 15,71% dari sebelumnya 30,57%. Di sisi lain, porsi pemegang saham kurang dari 5% (non warkat) meningkat menjadi 29,41% dari 14,56% bulan sebelumnya.

Dampak Terhadap Free Float dan Likuiditas

Calon efek dari aksi tersebut mencatat peningkatan porsi saham publik (free float) Chandra Asri Group menjadi sekitar 25,7%. Perusahaan menyebut peningkatan free float diharapkan dapat memperluas likuiditas perdagangan saham dan akses bagi investor domestik maupun internasional.

Manajemen juga memandang peningkatan free float membantu pemenuhan ketentuan regulator pasar modal serta mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Posisi Pemegang Saham Besar

Beberapa kepemilikan mayoritas tetap relatif stabil. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tercatat menguasai 34,63% saham TPIA, sama seperti bulan sebelumnya. Sementara itu, pemegang saham individual Prajogo Pangestu tercatat memegang 5,03% saham TPIA secara langsung.

Keterangan Direksi

Presiden Direktur & CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menyatakan SCGC tetap merupakan pemegang saham jangka panjang dan mitra strategis yang berkontribusi pada pertumbuhan perusahaan.

“Transaksi ini mencerminkan prioritas alokasi modal SCGC dan tidak mengubah arah strategis, tata kelola, maupun komitmen perusahaan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan,”

Erwin menambahkan perusahaan akan terus menjalankan agenda transformasi dan rejuvenasi seiring penguatan portofolio bisnis energi, kimia, dan infrastruktur di Asia Tenggara.