— Harga emas dunia turun tajam pada perdagangan Selasa (7/7/2026) waktu setempat, dipicu kenaikan harga minyak seiring memburuknya ketegangan di Timur Tengah dan menunggu keluarnya risalah rapat kebijakan bank sentral AS.

Kontrak spot emas ditutup merosot 1,43% ke level US$ 4.105,7 per ons troi. Sementara itu, kontrak berjangka untuk pengiriman Agustus tercatat turun 1,22% menjadi US$ 4.116,7 per ons troi.

Risalah The Fed Jadi Fokus Investor

Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh perhatian pada risalah rapat The Fed bulan Juni yang dijadwalkan rilis Rabu (8/7/2026) waktu setempat. Dokumen itu diharapkan memberi gambaran mengenai pandangan pembuat kebijakan soal inflasi dan kemungkinan arah suku bunga ke depan.

Sebelumnya, emas sempat mencapai level tertinggi dua pekan setelah data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari perkiraan menimbulkan harapan bahwa The Fed tak akan buru-buru menaikkan suku bunga. Namun pasar kini tampak kembali menimbang kemungkinan suku bunga tetap tinggi lebih lama.

Wakil Presiden sekaligus Senior Metal Strategist Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan, “Saya pikir kenyataannya mulai terlihat bahwa The Fed masih sangat fokus mengendalikan inflasi. Karena itu, skenario suku bunga tetap tinggi dalam waktu lebih lama masih menjadi yang paling mungkin.”

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan sekitar 60% peluang The Fed akan menaikkan suku bunga pada September.

Gejolak Timur Tengah Dorong Harga Minyak Naik

Ketegangan di Timur Tengah memperburuk sentimen pasar setelah dua kapal tanker diserang di Selat Hormuz, sementara pernyataan Iran terkait pembicaraan damai turut menambah tekanan geopolitik. Kenaikan harga minyak yang diakibatkan oleh kondisi tersebut memicu kekhawatiran terhadap potensi lonjakan inflasi melalui kenaikan biaya energi.

Kenaikan harga minyak menjadi sentimen negatif bagi emas karena ekspektasi suku bunga tinggi cenderung menurunkan daya tarik aset yang tidak memberikan imbal hasil.

Kebijakan Cadangan dan Infrastruktur Pasar

Di sisi lain, bank sentral China mencatat akumulasi cadangan emas untuk bulan ke-20 berturut-turut. Hingga akhir Juni, cadangan emas Negeri Tirai Bambu tercatat 75,44 juta ons troi, naik dari 74,96 juta ons troi pada akhir Mei.

Di kawasan Asia, otoritas Hong Kong meluncurkan sistem kliring terpusat untuk perdagangan emas serta menghidupkan kembali perdagangan kontrak berjangka emas sebagai bagian dari upaya memperkuat peran wilayah itu dalam perdagangan logam mulia.

Pergerakan Logam Mulia Lainnya

Logam mulia lain juga mengalami pergerakan signifikan: perak spot merosot 3,37% menjadi US$ 59,96 per ons troi, paladium turun 0,46% ke US$ 1.266,95 per ons troi, sedangkan platinum justru naik 0,57% ke US$ 1.643,65 per ons troi.