Berita7 — PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menambah modal ke anak usahanya, PT Bali Media Telekomunikasi (BMT), senilai Rp 8,539.999.121.000 atau setara US$ 502,56 juta. Suntikan modal dilakukan melalui entitas anak langsung, PT DSST Mas Gemilang (DSST), pada 6 Juli 2026.
Manajemen menyatakan langkah ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas operasional dan mempercepat pengembangan ekosistem layanan digital yang menjadi fokus ekspansi perseroan.
Rincian Transaksi
Transaksi mencakup pembelian seluruh saham baru BMT sebanyak 8.539.999.121 lembar saham oleh DSST. Dengan akuisisi ini, kepemilikan DSST di BMT meningkat dari 11,19 miliar saham menjadi 19,73 miliar saham.
Dalam keterbukaan informasi, manajemen menegaskan, “Perseroan melakukan peningkatan modal untuk memperkuat struktur bisnis, memperluas kapabilitas operasional dan teknologi, serta mempercepat integrasi ekosistem layanan digital.”
Aspek Regulasi dan Kepemilikan
Transaksi dikategorikan sebagai transaksi material menurut POJK Nomor 17/POJK.04/2020. Nilai transaksi sekitar 21,22% dari total ekuitas konsolidasian DSSA berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2026.
Karena nilai transaksi masih di bawah 50% ekuitas perseroan, langkah tersebut tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Transaksi juga termasuk transaksi afiliasi antar entitas dalam kelompok usaha DSSA, namun perseroan menyatakan tidak ada benturan kepentingan.
Dampak Keuangan dan Kepemilikan Pasca Transaksi
Setelah transaksi, DSST tetap menjadi pemegang saham mayoritas BMT dengan kepemilikan efektif 99,99%, sedangkan sisanya dimiliki oleh PT Sinarmas Sukses Sejahtera.
Manajemen memastikan penyertaan modal itu tidak berdampak negatif pada kondisi keuangan konsolidasian maupun kelangsungan usaha grup. Berdasarkan proforma laporan keuangan per 31 Maret 2026, total aset konsolidasian tercatat sebesar US$ 4,6 miliar dan liabilitas US$ 2,23 miliar.
Perseroan juga mencatat pendapatan usaha konsolidasian sebesar US$ 693,2 juta dan laba tahun berjalan US$ 118,5 juta yang diproyeksikan tidak mengalami perubahan material setelah transaksi.
Ikuti Berita7
