Manchester, Inggris – Duel akbar bertajuk Derby Manchester antara Manchester United dan Manchester City pada Sabtu (17/1/2026) pukul 19.30 WIB bukan hanya soal persaingan dua tim, tetapi juga adu taktik perdana antara dua manajer dengan reputasi yang kontras: Michael Carrick dan Pep Guardiola.
Carrick Hadapi Tugas Berat di Laga Debut
Penunjukan Michael Carrick sebagai manajer interim Manchester United hingga akhir musim menjadi sorotan utama. Derby Manchester kali ini akan menjadi ujian pertama baginya dalam memimpin Setan Merah dari pinggir lapangan. Pria berusia 44 tahun itu tercatat sebagai manajer keenam yang dihadapi Pep Guardiola sejak mengambil alih kursi kepelatihan Manchester City pada tahun 2016.
Perbedaan rekam jejak kedua pelatih sangatlah mencolok. Manchester United merupakan klub kedua yang dilatih Carrick sepanjang kariernya. Sebelumnya, ia hanya sempat menukangi Middlesbrough selama kurang lebih 2,5 musim, serta pernah menjadi asisten bagi Jose Mourinho dan Ole Gunnar Solskjaer. Ia juga sempat menjadi caretaker MU dalam tiga pertandingan.
Guardiola: Sang Arsitek Sukses City
Di sisi lain, Pep Guardiola telah memimpin lebih dari 1.000 pertandingan. Ia sudah menjadi manajer City ketika Carrick masih aktif bermain untuk Manchester United. Selama satu dekade terakhir, Guardiola telah mempersembahkan 18 trofi untuk City, termasuk enam gelar Premier League. Kesuksesan ini belum termasuk segudang gelar yang ia raih bersama Barcelona dan Bayern Munich.
Potensi Kejutan dari Carrick
Meskipun demikian, bukan berarti Michael Carrick tidak memiliki peluang untuk memberikan kejutan. Pengalamannya sebagai asisten pelatih Manchester United memberinya modal berharga. Ia pernah berhasil membungkam Manchester City sebanyak empat kali, dengan rincian dua kemenangan di Liga Inggris musim 2019-20, satu di Carabao Cup musim 2019-20, dan satu lagi di Liga Inggris musim 2020-21.
Jumlah tersebut memang masih kalah dari lima kemenangan yang diraih Guardiola atas Manchester United saat Carrick berada di staf kepelatihan. Namun, setidaknya ini menunjukkan bahwa Carrick memiliki pemahaman mengenai cara meredam skema permainan khas Guardiola. Pertanyaan besarnya adalah, mampukah ia mengulang kesuksesan tersebut di laga debutnya sebagai manajer interim?
Statistik Lengkap Manajerial
Berikut adalah perbandingan statistik manajerial kedua pelatih:
Michael Carrick
| Klub | Laga | Menang | Imbang | Kalah | Persentase Kemenangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Manchester United (2021) | 3 | 2 | 1 | 0 | 66.67% |
| Middlesbrough (2022 – 2025) | 136 | 63 | 24 | 49 | 46.32% |
| Manchester United (2026 – sekarang) | 0 | 0 | 0 | 0 | – |
| Total | 139 | 65 | 25 | 49 | 46.76% |
Pep Guardiola
| Klub | Laga | Menang | Imbang | Kalah | Persentase Kemenangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Barcelona B (2007 – 2008) | 42 | 28 | 9 | 5 | 66.67% |
| Barcelona (2008 – 2012) | 247 | 179 | 47 | 21 | 72.47% |
| Bayern Munich (2013 – 2016) | 161 | 121 | 21 | 19 | 75.16% |
| Manchester City (2016 – sekarang) | 565 | 398 | 82 | 85 | 70.44% |
| Total | 1.015 | 726 | 159 | 130 | 71.53% |






