Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menanggapi perdebatan terbuka antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono mengenai anggaran pembuatan kapal yang terjadi di media sosial. Alex meminta agar para menteri dapat membenahi pola komunikasi di internal kabinet.
“Yang kita lihat pola komunikasi Pak Purbaya terbuka di mana saja, hanya kali ini ditanggapi oleh Pak Trenggono secara terbuka juga,” ujar Alex kepada wartawan, Rabu (11/2/2026). “Tentu kami berharap pola komunikasi di internal kabinet dibenahi sehingga tidak menimbulkan polemik seperti ini,” sambungnya.
Alex menilai persoalan tersebut bukan terletak pada koordinasi, melainkan pada informasi yang tidak utuh disampaikan di forum publik. “Sepertinya ini bukan masalah koordinasi, tetapi informasi yang tidak lengkap dibawa ke dalam sebuah acara publik,” tuturnya.
Menanggapi peluang reshuffle kabinet di tengah kondisi dua menteri yang saling sanggah, Alex berharap jika memang ada perombakan, hal tersebut dilakukan atas dasar substansi demi peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan karena persoalan di media sosial. “Saya berharap, andai terjadi, reshuffle karena alasan yang substansi demi peningkatan kesejahteraan rakyat, bukan karena hal seperti ini,” tegasnya.
Polemik Purbaya vs Trenggono
Sebelumnya diberitakan, Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono memberikan jawaban atas tudingan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait anggaran kapal yang disebut telah cair. Dalam sebuah video yang beredar, Purbaya menyatakan bahwa anggaran kapal dari Kemenkeu sudah cair, namun industri galangan kapal belum juga menerima pesanan.
Menanggapi hal tersebut, Trenggono meminta Purbaya untuk mengecek langsung anak buahnya di Kemenkeu mengenai status pencairan anggaran tersebut. “Coba Anda tanya dulu deh sama anak buah Anda, benar nggak itu uang kapal sudah dikucurkan,” kata Trenggono dalam unggahan di Instagram pribadinya @swtrenggono, dilansir detikFinance, Selasa (10/2).
Trenggono kemudian menjelaskan bahwa proyek pembangunan kapal yang dimaksud sebenarnya didanai oleh anggaran kredit dari Inggris. “Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK,” tegas Trenggono.
Pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa disampaikan dalam acara Revitalisasi Galangan Kapal dan Pelayaran Indonesia: Mendorong Daya Saing dan Peningkatan Kapasitas Industri Nasional yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Purbaya saat itu terlihat heran karena KKP belum juga melakukan pesanan ke industri galangan Tanah Air, padahal Kemenkeu telah mengucurkan anggaran pengadaan kapal untuk KKP.






