Pelatih Barnsley, Conor Hourihane, mengungkapkan kekecewaannya terhadap blunder yang dilakukan gelandang Liverpool, Dominik Szoboszlai, dalam pertandingan babak ketiga Piala FA yang berakhir dengan kemenangan Liverpool 4-1. Hourihane menilai aksi tersebut menunjukkan kurangnya rasa hormat Szoboszlai terhadap timnya.
Kesalahan Fatal di Kotak Penalti
Dominik Szoboszlai tampil impresif sepanjang pertandingan, bahkan berhasil membuka keunggulan untuk Liverpool dan turut berkontribusi pada dua gol lainnya. Namun, satu momen kecerobohan di akhir babak kedua menjadi sorotan utama.
Insiden bermula ketika Szoboszlai mencoba membantu pertahanan Liverpool. Dalam situasi penjagaan ketat oleh Adam Phillips di dalam kotak penalti, Szoboszlai secara ceroboh kehilangan bola. Phillips dengan sigap memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencetak gol balasan bagi Barnsley, menipiskan ketertinggalan timnya.
Gol balasan Barnsley ini menjadi satu-satunya ‘cacat’ dalam penampilan gemilang Szoboszlai. Meskipun demikian, Liverpool berhasil mengamankan kemenangan berkat gol tambahan dari Florian Wirtz dan Hugo Ekitike di sepuluh menit terakhir pertandingan, memastikan langkah mereka ke babak keempat Piala FA.
A costly error from Dominik Szoboszlai 😬 Barnsley narrow the deficit to one 👀 pic.twitter.com/NALftmFQBG
— Sportsnet (@Sportsnet) January 12, 2026
Kritik Pedas dari Hourihane
Usai pertandingan, Conor Hourihane secara terbuka menyatakan pandangannya bahwa Szoboszlai meremehkan Barnsley. Ia berpendapat bahwa gelandang asal Hungaria itu tidak akan melakukan kesalahan serupa jika Liverpool berhadapan dengan tim-tim besar seperti Chelsea atau Arsenal, atau dalam pertandingan Liga Champions.
“Saya sedikit kecewa dengan gol kami. Saya kira seorang pemain tidak akan melakukannya ketika melawan Chelsea, melawan Arsenal, atau di pertandingan Liga Champions. Terus terang, saya sedikit kecewa dengan hal itu. Saya kira para pemain saya tadi sudah menunjukkan penampilan terbaiknya,” ujar Hourihane kepada TNT Sports.
Ketika ditanya apakah blunder tersebut merupakan bentuk ketidak sopanan, Hourihane menegaskan pandangannya.
“Ya, mungkin saja. Dia jelas tidak melakukannya saat melawan Arsenal, Chelsea, atau pertandingan Liga Champions. Dia tidak pernah melakukannya,” sungut pelatih Barnsley tersebut.
Sementara itu, gol magis Szoboszlai sebelumnya sempat menuai pujian dari berbagai pihak, bahkan dikabarkan membuat pelatih tim besar terkesan.
(rin/yna)






