Pesisir Selatan – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, melakukan peninjauan langsung terhadap pembangunan jembatan gantung Limau Gadang-Batu Kunik di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel). Jembatan ini sebelumnya rusak parah akibat banjir bandang pada tahun 2024.
Peninjauan yang berlangsung pada Senin (9/2/2026) ini bertujuan untuk memastikan progres pembangunan jembatan yang melintang di atas Batang Lumpo tersebut. Jembatan lama hancur akibat banjir bandang, menyebabkan terputusnya akses utama warga antarjorong.
Dalam kunjungannya, Andre Rosiade didampingi oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Elsa Putra Friandi; Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim; serta anggota DPRD Pesisir Selatan dari Partai Gerindra, Andra Respati. Andre memastikan bahwa pembangunan jembatan berjalan sesuai rencana dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Andre Rosiade menekankan pentingnya menjaga keselamatan selama masa pembangunan. Ia juga mengingatkan agar jembatan gantung yang nantinya selesai tidak dilalui kendaraan melebihi ketentuan. “Nah, mobil hanya diperbolehkan dalam kondisi darurat seperti ambulans dan tidak digunakan setiap hari, mengingat kawasan tersebut juga dilalui kendaraan pengangkut material batu,” ujar Andre.
Andre Rosiade menyebut pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmennya sebagai anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra untuk memastikan negara hadir di tengah masyarakat, khususnya di Sumatera Barat dan Pesisir Selatan. Ia menekankan bahwa perhatian pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto diarahkan pada pemulihan infrastruktur dasar yang terdampak bencana dan peningkatan konektivitas wilayah.
Menanggapi hal tersebut, Wali Nagari Limau Gadang Lumpo, Nasrul, menyampaikan keresahan warga akibat terputusnya akses penyeberangan sejak jembatan lama rusak. Jembatan darurat yang sempat dibangun juga kembali putus, sehingga masyarakat terpaksa menggunakan lori atau alat penyeberangan sementara yang dibuat oleh kontraktor proyek.
Kepala BPJN Sumbar, Elsa Putra Friandi, menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Limau Gadang-Batu Kunik dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Bina Marga. Proyek ini didanai APBN Tahun Anggaran 2025-2026 dengan nilai kontrak lebih dari Rp4,65 miliar dan memiliki masa pelaksanaan 240 hari kalender.
Jembatan sepanjang 80 meter tersebut menggunakan pondasi sumuran berdiameter tiga meter dengan tinggi tiga meter. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 13,450 persen. Dari total waktu pelaksanaan, 52 hari telah terpakai dan masih tersisa 188 hari, menandakan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan selesai tepat waktu.
Di sela-sela peninjauan, Andre Rosiade juga membagikan paket sembako kepada masyarakat Limau Gadang Lumpo dalam rangka HUT ke-18 Partai Gerindra. Ia memastikan bantuan tersebut dibagikan secara gratis dan merata kepada warga tanpa perlu berebut.
Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, mengapresiasi perhatian dan dukungan Andre Rosiade terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya. Menurutnya, kehadiran jembatan gantung ini sangat vital bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat. Ia pun menyampaikan terima kasih atas bantuan dan komitmen yang diberikan untuk Pesisir Selatan.






