Cianjur, Jawa Barat – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, meresmikan Majelis Al-Halimah di lingkungan Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Cianjur, Jawa Barat. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pra puncak Haul ke-26 Masyayikh Miftahul Huda Al-Musri dan Halaqoh Nasional.
Transformasi Menjawab Tantangan Zaman
Dalam sambutannya, Cucun menekankan bahwa Majelis Al-Halimah harus menjadi simbol kebangkitan intelektual dan spiritual santri. Ia menilai pesantren kini berada pada titik krusial untuk melakukan transformasi menyeluruh agar mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks.
“Transformasi pesantren bukan sekadar perubahan fisik atau pembangunan gedung semata, melainkan perubahan fundamental pada manusianya, metode pembelajarannya, hingga tujuan pendidikannya. Kita harus mampu mengintegrasikan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan sains dan teknologi,” ujar Cucun dalam keterangan tertulis, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, momentum ini juga menjadi ajang peneguhan komitmen pesantren untuk terus berinovasi. Ia menyebut pesantren memiliki peran historis yang kuat dalam pembentukan karakter bangsa, namun tetap harus adaptif terhadap perkembangan digitalisasi dan persaingan global.
“Dari rahim pesantren, kita harapkan lahir generasi yang tidak hanya berakhlakul karimah, tetapi juga memiliki daya saing tinggi. Santri harus siap mengambil peran strategis dalam memimpin berbagai sektor pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Peran Pesantren dalam Mencetak SDM Unggul
Selain peresmian Majelis Al-Halimah, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Halaqoh Nasional. Diskusi dalam halaqoh tersebut menyoroti pentingnya peran pesantren sebagai lembaga pendidikan mandiri yang mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul, moderat, dan inovatif.
Peresmian Majelis Al-Halimah yang digelar pada Kamis (22/1) kemarin ini pun diharapkan dapat menjadi pusat literasi dan konsolidasi gagasan bagi santri serta masyarakat luas demi kemajuan agama, bangsa, dan negara.






