Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajukan permohonan tambahan anggaran sebesar Rp 529 miliar untuk rehabilitasi pascabencana di wilayah Sumatera, meliputi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dana tersebut akan dialokasikan untuk perbaikan rumah sakit, puskesmas, fasilitas kesehatan, hingga rumah tenaga kesehatan yang terdampak banjir.
Surat permohonan resmi telah disampaikan kepada Presiden pada 20 Januari lalu. “Pada tanggal 20 Januari kemarin, kami sudah mengajukan surat ke Bapak Presiden untuk minta tambahan anggaran rehabilitasi pasca bencana Sumatera sebesar Rp 529 miliar, yang sudah rinci by rumah sakit dan by Puskesmas juga,” ujar Budi dalam rapat koordinasi satgas di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (26/1/2026).
Budi menjelaskan bahwa sebagian rumah sakit di daerah terdampak telah kembali beroperasi, meskipun beberapa masih memerlukan perbaikan. Sementara itu, sejumlah puskesmas dilaporkan masih belum dapat beroperasi.
Kondisi Fasilitas Kesehatan
“Nah, ini dua yang masih enggak bisa dioperasikan kembali karena memang sudah benar-benar hancur. Jadi mesti minta bantuan Pak Menteri PU. Dan terima kasih sudah ditindaklanjuti,” ungkap Budi.
Kementerian Kesehatan telah mendata seluruh alat kesehatan dan fasilitas yang memerlukan revitalisasi. Selain itu, perbaikan rumah bagi tenaga kesehatan juga menjadi prioritas.
“Kita sudah list apa saja yang perlu kita revitalisasi 100%. Segala macam alat, komputer, mebel, IPAL, sumur bor, semuanya. Termasuk rumah Nakes. Karena kita lihat kalau rumahnya enggak diberesin, ini yang khusus nanti saya mau minta ke Pak Mendagri sama Pak Menko PMK. Kalau Nakes-nya, dokternya rumahnya enggak beres, mereka juga enggak bisa kerja dengan baik,” jelasnya.
Dukungan Swasta dan Donasi
Saat ini, Kemenkes masih menunggu pencairan anggaran tambahan tersebut. Sementara itu, bantuan donasi dari pihak swasta telah terkumpul sebesar Rp 118 miliar.
“Jadi ini contohnya ada kerusakan misalnya berapa yang rusak, identifikasi by rumah sakit, ini alat kesehatan. Nah, swasta itu ada yang donasi, sudah Rp 118 miliar. Jadi sisanya sedikit sambil menunggu anggaran. Jadi supaya bisa lebih cepat,” kata Budi.
Perbaikan sarana akomodasi mobilitas rumah sakit, termasuk ambulans, juga menjadi perhatian. Kemenkes telah meminta bantuan kepada sejumlah dealer otomotif.
“Mobil kan rusak semua di sana, termasuk ambulans ya. Jadi sekarang ambulans-ambulans 212 (unit), kita minta bantuanlah merek-merek itu beresin. Ada yang bisa diberesin di sana, ada yang mesti dibawa ke Medan untuk turun mesin,” tuturnya.
Budi menambahkan, donasi ambulans telah diterima sebanyak 23 unit dari berbagai pihak, termasuk Astra dan grup lainnya. Bantuan ini mempercepat operasional kembali fasilitas kesehatan.
“Nah akhirnya ada yang mereka lihat, didonasi juga. Jadi kita dapat donasi lumayan nih ambulans ada 23 sudah dapat donasi. Ya, ada yang dari Astra, juga dari grup-grup yang lain untuk langsung ke Puskesmas. Jadi lebih cepat Pak, enggak sampai dua minggu, tiga minggu bisa langsung beroperasi kembali. Karena ini sangat dibutuhkan,” pungkasnya.






