— Bandung — Viking Persib Club resmi mengumumkan kampanye “No Denda” menjelang kompetisi musim 2026/2027. Inisiatif itu datang setelah Persib harus menanggung denda besar pada musim 2025/2026 yang menghabiskan sekitar Rp6 miliar.

Kelompok suporter terbesar Persib ini menyatakan kampanye bertujuan mengurangi pelanggaran suporter yang berujung sanksi, sekaligus memberi ruang bagi klub untuk mengalokasikan anggaran ke kebutuhan lain.

Latar Belakang Kampanye

Ketua Umum Viking, Tobias Ginanjar, mengatakan kampanye dilatarbelakangi keprihatinan atas besarnya biaya denda yang dibebankan kepada klub. Menurut Tobias, dana miliaran rupiah itu seharusnya bisa dipakai untuk memperkuat fondasi Persib, termasuk pembangunan fasilitas latihan.

“Kalau pertimbangan yang kampanye itu sebenarnya kan kita melihat di musim lalu dendanya kan miliaran ya, sangat besar,” kata Tobias pada Kamis (9/7/2026).

Tujuan Dan Langkah Viking

Tobias menilai beban finansial akibat denda berulang dapat menghambat percepatan pengembangan infrastruktur klub. Karena itu, Viking berupaya mengubah pola pikir suporter agar lebih sadar dampak pelanggaran terhadap kondisi keuangan Persib.

Selain program edukasi untuk menghindari tindakan yang memicu sanksi, Viking juga menyiapkan skema penggalangan dana sebagai antisipasi bila Persib kembali terkena denda.

Harapan Untuk Persib

Viking berharap kampanye “No Denda” memberi ruang bagi Persib untuk segera meningkatkan kualitas fasilitas dan infrastruktur penunjang tim. “Jadi kita coba ringankan jangan sampai ada denda, tujuan kita sebenarnya supaya Persib bisa lebih cepat mewujudkan fasilitas-fasilitas latihan yang lebih baik,” tegas Tobias.