Berita

Tujuh Koper Wisatawan Thailand Hilang di Bromo, Pengelola Salahkan Parkir Liar

Advertisement

Probolinggo – Insiden pencurian yang menimpa wisatawan asal Thailand menggemparkan kawasan wisata Gunung Bromo. Sebanyak tujuh koper milik rombongan wisatawan tersebut dilaporkan hilang di depan Pendopo Sukapura, Desa Wonotoro, Kabupaten Probolinggo. Kejadian ini sontak menyoroti maraknya parkir liar yang dinilai menjadi salah satu faktor penyebab rentannya aksi kejahatan di area wisata populer tersebut.

Pengelola Soroti Parkir Liar

Menanggapi insiden tersebut, pengelola kawasan wisata Bromo secara tegas mengaitkan hilangnya barang berharga milik wisatawan dengan praktik parkir liar. Mereka mengimbau agar para pengunjung tidak memarkirkan kendaraan di sembarang tempat, terutama yang tidak memiliki penjagaan resmi.

“Jangan parkir di tempat yang tidak semestinya, apalagi tanpa penjaga dan meninggalkan barang-barang berharga di kendaraan,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, dilansir detikJatim, Selasa (17/2/2026).

Titik Parkir Resmi Disiapkan

Pemerintah Kabupaten Probolinggo sebenarnya telah menyediakan sejumlah titik parkir resmi yang diperuntukkan bagi wisatawan yang berkunjung ke Bromo. Lokasi-lokasi tersebut antara lain Area Terminal Seruni Point Jembatan Kaca, Rest Area Cemoro Lawang, Pendopo Agung Ngadisari, dan Wisma Ucik. Pengelola berharap wisatawan memanfaatkan fasilitas yang ada demi keamanan.

Advertisement

Penyelidikan Polisi Berlangsung

Ugas Irwanto menambahkan bahwa kasus pencurian tujuh koper wisatawan Thailand ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Petugas tengah berupaya mengumpulkan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi pelaku.

“Kami berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap peristiwa ini karena pelaku kejahatan telah mencederai dunia pariwisata, khususnya di Kabupaten Probolinggo, yang saat ini sedang berupaya mengembangkan sektor pariwisata. Kami berharap pelakunya segera tertangkap,” ujar Ugas.

Peristiwa ini menjadi pukulan bagi upaya pengembangan pariwisata Kabupaten Probolinggo yang sedang gencar dilakukan.

Advertisement