Berita7 — Harga emas dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (8/7/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan damai sementara dengan Iran telah berakhir. Pernyataan itu langsung mendorong harga minyak mentah dunia naik dan menimbulkan kekhawatiran baru terhadap inflasi serta langkah suku bunga AS.
Di pasar spot, harga emas tercatat merosot 1,02% ke level US$ 4.063,67 per ons pada pukul 08.50 GMT, setelah sempat menyentuh titik terendah sejak awal Juli 2026. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus juga turun 1,97% ke US$ 4.074,80 per ons.
Dampak Langsung Pembatalan MoU
Pembatalan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Juni 2026 menjadi pemicu utama pergerakan pasar. Trump menegaskan dirinya tidak ingin lagi terlibat pembicaraan dengan Iran, dan pernyataan itu direspons pasar dengan lonjakan harga minyak dunia lebih dari 5%.
Situasi memanas setelah Korps Garda Revolusi Iran menyatakan pihaknya menargetkan pangkalan militer AS di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan udara AS sebelumnya dan pencabutan izin ekspor minyak Iran oleh AS.
Suku Bunga, Inflasi, dan Status “Safe Haven”
Meskipun emas sering dipandang sebagai aset safe haven pada saat konflik, kenaikan harga energi menimbulkan kekhawatiran inflasi yang dapat mendorong bank sentral AS (The Fed) mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Suku bunga tinggi biasanya memberikan sentimen negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.
“Emas tampaknya akan berada dalam fase konsolidasi dalam jangka pendek. Kita perlu melihat pelemahan data tenaga kerja AS dan penurunan angka inflasi agar pejabat The Fed bersikap lebih longgar (less hawkish), sehingga harga emas bisa bergerak naik kembali,”
pernyataan analis UBS Giovanni Staunovo.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada September meningkat menjadi 66%, dibandingkan 62% sehari sebelumnya.
Pergerakan Komoditas Lain
Selain emas, logam mulia lainnya juga mengalami penurunan: perak spot turun 2,37% menjadi US$ 58,59 per ons, platinum merosot hampir 3% ke US$ 1.591,88, dan palladium turun 3,9% ke US$ 1.227,18.
Ketegangan Berlanjut di Kawasan Teluk
Hubungan AS dan Iran kembali tegang setelah kesepakatan gencatan senjata sementara pada Juni. Konflik yang berlangsung selama empat bulan terakhir berakar dari perselisihan atas sanksi ekonomi, kendali selat strategis minyak, dan program nuklir Iran.
Pembatalan keseluruhan kesepakatan itu oleh AS tidak hanya meningkatkan risiko konflik terbuka di Teluk, tetapi juga mengganggu rantai pasok energi global, sehingga menimbulkan volatilitas tinggi di pasar komoditas dan keuangan dunia.
Ikuti Berita7
