Tim Search and Rescue (SAR) Basarnas mengungkapkan tidak mendengar adanya suara minta tolong atau pergerakan saat menemukan ponsel milik Kopilot Farhan Gunawan di lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusarung, Pangkep, Sulawesi Selatan. Penemuan ponsel ini terjadi setelah pesawat nahas tersebut jatuh.
Kondisi di Lokasi Penemuan
Staf Search Mission Coordinator (SMC) Basarnas, Arman, menyatakan bahwa tim yang bertugas di lokasi tidak mendengar suara apa pun. “Tim kami yang turun di lokasi dan yang menemukan barang ini itu tidak ada sama sekali mendengar atau ada permintaan tolong suara dan lain sebagainya,” ujar Arman dilansir detikSulsel, Selasa (20/1/2026).
Arman menjelaskan bahwa tim pencarian dibagi menjadi dua. Satu tim berada di atas tebing, sementara tim lainnya menuruni tebing. “Itu tim yang menuruni tebing. Yang nginap di atas kan masih ada 10 orang. Yang menuruni tebing itu ada 10 orang. Memang tidak ada suara atau permintaan bantuan,” terangnya.
Aktivitas Smartwatch dan Penyerahan Ponsel
Arman juga mengakui adanya aktivitas pada smartwatch yang dikenakan Kopilot Farhan, sesuai klaim keluarga korban. Namun, ia menegaskan bahwa Basarnas belum bisa memastikan adanya tanda-tanda kehidupan dari aktivitas tersebut. “Kami tidak bisa mengatakan bahwa itu ada tanda-tanda kehidupan. Tapi melihat dari kondisi ini, kalau dilihat secara ada pergerakan. Untuk memastikan bahwa itu hidup atau seperti apa, kami belum bisa,” jelasnya.
Ponsel Kopilot Farhan yang ditemukan sempat diserahkan kepada pacar korban sebelum akhirnya diserahkan ke Polda Sulsel. “Intinya, hp ini kami serahkan (ke Polda) memang kemarin untuk bisa dibuka kuncinya. Karena locknya nggak bisa dimenuhi. makanya kami buatkan surat pernyataan (pacar korban) supaya bisa dibawa ke Makassar untuk bisa dibuka,” sambung Arman.
Klaim Keluarga Korban
Sebelumnya, pihak keluarga melalui Pitri Keandedes Hasibuan (30) menyatakan bahwa ponsel kopilot Farhan telah ditemukan pada hari pesawat tersebut jatuh, Sabtu (17/1/2026). Pitri menceritakan adanya panggilan yang diterima di lokasi kejadian.
“Tanggal 18 adik saya di sana, terus ada yang manggil dari sana, yang di tempat itulah, posko itulah, tempat kejadian. Ini ada ditemukan HP, kayak gitu. Ya udah terus adik saya turun melihat HP-nya, terus diambil sama adik saya kayak gitu,” ujar Pitri saat dikonfirmasi detikSulsel, Senin (19/1/2026).
Menurut Pitri, ponsel tersebut terhubung dengan smartwatch yang dikenakan oleh kopilot Farhan. Ia juga menunjukkan tangkapan layar yang memperlihatkan ponsel menerima data dari smartwatch dengan catatan hingga 13.647 langkah yang tercatat antara pukul 18.00 Wita hingga 22.00 Wita pada Minggu (18/1/2026).






