Berita

Tiga Pelajar SMA di Prabumulih Ditangkap Usai Bobol Warung, Curi Rokok dan Ponsel

Advertisement

Prabumulih, Sumatera Selatan – Jajaran Kepolisian Sektor Prabumulih Barat berhasil menangkap tiga orang pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang diduga melakukan pembobolan warung di Kota Prabumulih. Ketiga pelaku berinisial AL (16), YO (15), dan RI (15) kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kronologi Kejadian

Peristiwa pencurian ini terjadi pada Minggu (1/2/2026) dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, di sebuah warung milik warga bernama Lisma (26) yang berlokasi di Jalan Mayor Iskandar, Kelurahan Mangga Besar, Kota Prabumulih. Berdasarkan keterangan yang diterima, para pelaku berhasil masuk ke dalam warung dan mengambil sejumlah barang berharga.

Kapolsek Prabumulih Barat, Iptu Tomas Siswo Purnomo, menjelaskan bahwa para pelaku berhasil membawa kabur uang tunai, puluhan bungkus rokok berbagai merek, serta dua unit telepon genggam milik korban. “Benar, ketiga pelaku kita amankan di lokasi yang berbeda-beda. Mereka mengambil uang tunai, rokok, serta dua unit handphone milik korban,” ujar Iptu Tomas Siswo Purnomo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).

Modus Operandi Pelaku

Dalam aksinya, ketiga pelajar SMA tersebut dilaporkan mengambil uang tunai sebesar Rp 500 ribu yang tersimpan di laci meja warung. Tidak hanya itu, mereka juga menyasar sepuluh bungkus rokok dari berbagai merek. Setelah berhasil menggasak barang-barang tersebut, pelaku kemudian masuk ke dalam kamar korban.

Advertisement

Di dalam kamar, para pelaku kembali menemukan dan mengambil uang tunai senilai Rp 500 ribu yang disembunyikan di bawah kasur. Selain uang, dua unit telepon genggam milik korban juga turut digasak.

Penangkapan Pelaku

Berkat laporan dari korban dan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, ketiga pelaku akhirnya berhasil ditangkap pada Selasa (10/2/2026) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Penangkapan dilakukan di lokasi yang berbeda-beda.

Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa dua unit telepon genggam yang merupakan hasil curian dari warung korban. Ketiga pelajar tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan dalam kasus kejahatan lain.

Advertisement