Bulutangkis

Thailand Masters 2026: Indonesia Turunkan Kekuatan Penuh, Nasib Ginting Masih Abu-abu

Advertisement

Setelah menyelesaikan perjuangan di Indonesia Masters, sejumlah wakil Indonesia langsung bertolak ke Bangkok, Thailand. Fokus kini beralih ke turnamen Thailand Masters 2026, sebuah ajang level BWF Super 300 yang akan digelar di Nimibutr National Stadium, Bangkok, mulai 27 Januari hingga 1 Februari 2026. Turnamen ini menandai penutup rangkaian BWF World Tour untuk bulan Januari.

Daftar Wakil Indonesia di Thailand Masters 2026

Indonesia menurunkan kekuatan yang cukup signifikan di Thailand Masters 2026, terutama di sektor ganda putri. Nama-nama seperti Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi, dan Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari siap bersaing.

Di sektor lain, ganda campuran mengandalkan Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil. Sektor ganda putra diperkuat oleh Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Pemain muda seperti Mohamad Zaki Ubaidillah, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, dan Mutiara Ayu Puspitasari juga turut ambil bagian.

“Laskar Cipayung terbang ke Bangkok untuk turun di ajang Thailand Masters 2026. Ajang level BWF Super 300 ini menjadi penutup rangkaian BWF World Tour Series di bulan pertama,” demikian pernyataan resmi PBSI melalui media sosialnya.

Advertisement

Kondisi Anthony Ginting Masih Menjadi Pertanyaan

Namun, sektor tunggal putra dihadapkan pada ketidakpastian. Nama Anthony Sinisuka Ginting tidak terlihat dalam foto keberangkatan tim yang diunggah PBSI, meskipun namanya masih tercantum dalam daftar undian. Keikutsertaan peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 ini diragukan akibat cedera pinggang yang dialaminya saat Indonesia Masters pekan lalu, yang memaksanya mundur di babak kedua.

Pelatih Kepala Tunggal Putra, Indra Widjaja, menyatakan bahwa kondisi Ginting masih terus dipantau ketat hingga hari ini, Minggu (25/1/2026). “Harusnya dia berangkat ke Thailand. Tapi kita lihat kemungkinannya sampai mana. Kita lihat pemulihannya sampai di hari Minggu (25/1) seperti apa,” ujar Indra.

Indra menambahkan bahwa cedera yang dialami Ginting sejauh ini tidak terlihat sangat parah, namun tetap berisiko jika dipaksakan bertanding. “Sejauh ini belum diobservasi sampai begitu cuma tingkat cederanya itu bukannya sampai bagaimana. Tapi saya merasa, Ginting merasa juga untuk berkompetisi yang seperti ini juga enggak bisa. Tapi saya rasa jauh (dari kata operasi). Menurut pengetahuan awam saya sih bukan (saraf kejepit),” tuturnya.

Advertisement